in memoriam: Whitney Houston

 

Setelah di tinggal penyanyi soul, Etta James, tahun 2012 ini industri musik dunia kembali kehilangan salah satu penyanyi terbaiknya, diva pop Whitney Houston meninggal dunia pada hari sabtu sore sekitar pukul 3.45 (11/2) waktu setempat atau hari minggu (12/2) waktu Indonesia, di Beverly Hills Hotel, Los Angeles, selang sehari sebelum perhelatan insan musik Amerika, Grammy Awards, di gelar dimana Whitney di daulat sebagai salah satu tamu sekaligus pengisi acara untuk memberikan tribute terhadap penyanyi legendaris Chaka Khan.

Penyanyi yang lahir di Newark, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Agustus 1963 ini sebelumnya dikabarkan sakit dan sempat dirawat di rumah sakit.

Karier Whitney Houston menanjak dan mencapai puncak selama periode tahun 80-an hingga 90-an, Whitney sukses menjual albumnya hingga 170 juta keping di seluruh dunia ini punya tujuh lagu hit yang menduduki posisi pertama tangga lagu Billboard pada 1980-an. Di antaranya Saving All My Love for You, Greatest Love of All, dan Where Do Broken Hearts Go.

Dia juga sempat membintangi beberapa film seperti The Bodyguard, Waiting To Exhale, dan The Preacher’s Wife yang walau kurang mendapat sambutan hangat, namun lagu-lagu yang menghiasi film-film tersebut yang dinyanyikan olehnya semacam I Have Nothing, I Will Always Love You, Run To You, Count On Me, atau pun I Believe in You And Me menjadi lagu-lagu yang dikenang sepanjang masa.

Walau penyebab kematiannya masih simpang siur, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa Whitney di diagnosa Emfisima yang merupakan merupakan penyakit paru-paru kronis yang ditandai kerusakan jaringan sehingga paru-paru kehilangan elastisitas. Hilangnya elastisitas itu membuat udara di dalam paru-paru tidak bisa keluar dan masuk dengan normal. Akibatnya kantong udara akan membesar karena penumpukan udara di dalamnya. Dalam kondisi ini, penderita biasanya memperlihatkan gejala sulit bernapas. Penyebab utama emfisema adalah rokok.

Seperti di ketahui, kehidupan pribadi Whitney Houston tak secemerlang kariernya. Setelah menikah dengan penyanyi Bobby Brown, dia mulai terlibat banyak masalah, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, masalah keuangan hingga ketergantungan terhadap kokain, ganja, dan obat-obatan terlarang. Suara emasnya pun rusak, menjadi kering, serak, dan tak dapat lagi menjangkau 5 oktaf seperti yang selama ini dia miliki membuat penjualan albumnya lantas jeblok dan terpaksa dihentikan adalah hal-hal yang membuat sinar kebintangannya pudar dan hampir padam. (berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s