Dunia Maya

Dunia maya (eng: Cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). (Wikipedia)

—————————————————

Pukul 07.41. Hari Rabu. Tengah pekan. Tengah bulan.

Ruangan tak ubah serupa sarang lebah. Hampir setiap orang yang ada di sana bersuara, berbicara, bersahutan antara satu dan lainnya.

Ritual pagi. Berbagi informasi. Lelaki dengan lelaki. Perempuan dengan perempuan. Lelaki  dengan perempuan. Banyak obrolan. Segudang bahasan. Kekalahan Real Madrid dari Barcelona, dua klub Manchester yang berebut juara satu, tetangga baru yang lucu, mantan pacar, calon tunangan, kandidat peraih Oscar, jadwal pertandingan olah raga – dari Liga Indonesia hingga turnamen tenis dunia, tersangka baru kasus korupsi, kecelakaan maut di jalan raya, masalah sampah, cuaca ekstrim, gaya teranyar Lady Gaga, modus pencurian pulsa, kedai kopi yang baru buka, wisata kuliner kaum vegetarian, pertengkaran politisi di televisi, acara komedi…

Di pojok dekat jendela. Kau, Maya, duduk mengkerut, tubuhmu nyaris tenggelam, terhalang monitor komputer. Tak ada yang memperhatikan. Tak ada yang mempedulikan. Kau serupa makhluk yang terbuat dari bahan kertas kaca. Ada, namun nyaris terlupa.

Beberapa lampu masih menyala. Di sudut lain Erik menyela, penghamburan energi, teriaknya.

Wangi parfum isi ulang menyeruak, entah siapa yang menggunakan. Penyejuk ruangan menghembusan udara enam belas derajat celcius. Kau tarik blazer tua berpundak jejalan busa, memasangkan ketiga kancingnya, tak habis pikir bagaimana orang-orang sekitarmu bisa tahan dengan suhu sedingin ini

Lima tahun kau  bekerja di tempat. Setiap hari bertemu dengan orang-orang yang sama, tapi tetap saja tak pernah bisa akrab dengan mereka.

Kau tatap wallpaper komputer, terpampang fotomu yang  dibuat tiga tahun lalu saat membuat KTP baru. Pose yang kaku dengan tatapan tegang lurus ke depan. Sama sekali tidak menarik. Sementara di dinding kantor terpasang foto Risty, yang walau berpose sama, namun terlihat sangat tenang dengan senyum terkulum semanis kolak di bulan puasa. Di bawahnya tercetak tulisan besar-besar, KARYAWAN TELADAN BULAN INI.

Kadang kau ingin menjadi seperti Risty, karyawati bagian akuntansi yang ramah, cantik, dan baik dengan dandanan senantiasa terjaga, seperti para pembaca berita. Risty yang selalu menyapa dan mengajak satu meja di jam makan siang saat pegawai lain enggan berbagi tempat duduk denganmu. Risty yang membuat kau tak berkeringat dan tergagap saat berbincang. Risty begitu pandai mencairkan suasana dengan tawa renyah dan candaannya yang segar. Risty yang akan mendelik cantik pada karyawan yang dengan sengaja menyebut kalian berdua sebagai ‘kembar cinderella’, kau sudah tahu siapa yang belum, siapa yang sudah dipermak ibu peri. Dan Risty yang selalu bersedia memasang telinga untuk semua hal yang kau katakan, kadang Risty bertanya, tak jarang pula dia memuji pengetahuanmu yang, tak disangka, cukup luas dibalik tampilan ala Betty La Fea[1].

Lalu, selepas jam istirahat, saat waktu senggang dan beberapa pegawai mencuri waktu untuk berbincang, Risty akan mengulang hal-hal yang sebelumnya dia dengar darimu. Tentang apa saja; alternatif mengatasi pemanasan global, predikisi inflasi semester depan, kesalahan editing dalam film-film Hollywood, cara membedakan tas palsu dengan original, tips memasak oatmeal agar terasa enak, manfaat kopi untuk kesehatan, bahaya bermain game terlalu lama, buku baru Djenar Maesa Ayu, jangkauan nada Mariah Carey dan lain-lain… dan lain-lain… dan lain-lain. Tentu saja dengan sedikit modifikasi dan penyampaian yang lebih menawan sehingga semua informasi seolah datang darinya. Kau mendengar semua, namun tak bisa berbuat apa-apa. Risty telah berbuat baik padamu, jadi tak ada alasan untuk tak menyukainya. Lagi pula kalau kau yang mengatakan itu semua, belum tentu orang-orang akan tertarik untuk menyimak.

Sinar matahari menembus rangkaian jendela, menjatuhkan bayangan benda yang dilaluinya.

Kau lihat pemandangan luar, tak ada yang dapat dinikmati kecual barisan kaca dari jendela gedung-gedung seberang dengan potongan membosankan

Pandanganmu beralih pada jendela di depan mata yang menawarkan dunia penuh warna. Dunia ajaib yang tak kenal siang dan malam. Dunia yang semarak bukan oleh suara yang membuat pengang telinga, melainkan semesta angka dan aksara. Huruf-huruf menjelama kata menjelma kalimat menjelma paragraf. Puluhan-ratusan-ribuan-jutaan-milliaran-trilliunan kombinasi dua puluh enam aksara bercampur sepuluh varian angka, membentuk berbagai bahasa, membanjir setiap menit setiap detik. Berlalu lalang dengan bebas, menghampir cepat, untuk dibaca untuk dicerna.

Ujung matamu tertuju pada dua kotak mungil di beberapa bingkai jendela. Begitu mengundang. Seperti menanti untuk dimasuki.

Kau lirik tumpukan kertas tugas, masih banyak pekerjaan yang belum tuntas. Jam di kanan bawah komputer menunjukan angka 7:52. Masih ada waktu untuk berkunjung sebentar.

Tanganmu bergerak lincah memasukan nama dan kata kunci. Satu bingkai jendela, satu identitas berbeda. Sesekali kau menjadi Timmy atau Andika. Berulang kali menjelma Angelina, Annisa, Nina, Miranda, Najwa, Kayla, Kitty, Trinity. Dan saat masing-masing jendela terbuka kau akan berada di dunia yang hingar bingar oleh sapa, canda, tanya, pujian, kritikan, ajakan perkenalan, permintaan pertemanan. Hal yang tak pernah kau dapat dalam kehidupan sebagai Maya di dunia nyata.

Ulasanmu tentang konsep taman vertikal, Green Wall, yang diposting di blogspot tadi malam mendapat 19 respon, 4 diantaranya dari pecandu kata ‘pertamax’. Peluang Industri Kreatif dalam catatan wordpress di komentari lebih dari 21 pembaca baru dan 5 spam. Foto anak kecil yang membawa bayi saat mengemis di jalan raya pagi hari dan di upload untuk  facebook direspon lebih dari 30 teman yang tidak pernah kau kenal sebelumnya. Pantun garing di twitter di re-tweet tak kurang dari 68 orang. Sementara video ibu tua penyapu jalan yang bekerja seperti Sisifus – membersihkan jalan untuk kemudian dikotori oleh para penggunanya dan dia harus kembali mengulang lagi dari awal, yang kau unggah di youtube telah dilihat oleh lebih dari 293 pasang mata.

Tak ada yang mempermasalahkan kau siapa, bagaimana rupa atau tampilan. Di dunia ini eksistensimu tak selalu dinilai dari tampilan fisik, kau diakui lebih karena ide, gagasan, dan cara penyampaian. Meski ada juga yang mengisengi keberadaanmu dengan komentar tak mengenakan, menjelekan, namun kau tak ambil pusing. Di dunia nyata pun banyak orang yang saling bisik, bergosip, bertukar isu tak pantas tentang pribadi yang tidak disukai.

Kadang kau temukan tulisanmu di alamat orang. Sama seperti Risty, pihak yang bersangkutan menyebut apa yang terbaca sebagai hasil buah karya mereka. Kau tertawa geli. Harusnya Risty berteman dan membuat perkumpulan plagiat bersama orang-orang ini.

Aroma kopi, entah dari cangkir siapa, menyebar aroma segar.

Kau bergetar, terlampau semangat. Berbagai konsep berjejal dalam otak, berdesak, menanti dikeluarkan, tak sabar untuk digelontorkan. Lahir sebagai huruf, dirangkai dan ditata sesuai tempatnya menjadi kata-kalimat-alinea, berkembang menjadi data yang kelak ditangkap mata untuk diubah menjadi informasi dan nutrisi bagi masing-masing pembaca.

Analisa eksistensi boyband dan girlband Indonesia – Membangun hutan di tengah ibu kota – Konsep sekolah di alam terbuka –Aksi vandalisme suporter fanatik sepak bola – Virus umpatan kasar yang menyerang para balita – Kritik terhadap teknologi plastik berbasis biomassa – Wabah gado-gado dalam berbahasa di kalangan pegawai muda, kaum sosialita, murid SMA, hingga selebritas dan pembawa acara – Kebrutalan geng motor remaja – Efek kenaikan harga bahan bakar minyak – Mengolah gluten menjadi senikmat daging sapi – Sepeda sebagai kendaraan masa depan – Pemborosan anggaran oleh anggota dewan – Trend fiksimini di berbagai jejaring sosial (kreatif atau bentuk kemalasan?) – Pengaruh budaya instant terhadap tingkat stres masyarakat perkotaan – Rumah ramah lingkungan – Metode reward dan punishment yang terlampau usang untuk digunakan oleh perusahaan – Gaya Audrey Hepburn dalam Breakfast at Tiffany’s yang dipecah untuk masing-masing karakter di film Nine – Profil musisi pengisi festival blues – Cara cepat menyelesaikan soal-soal aljabar – Peluang keberadaan buku manual ditengah gempuran buku digital…

Membuka tema baru untuk bahasan di milis pegiat sastra, kolektor anime dan manga, movie mania, pecandu gaya, pengikut budaya Jepang dan Korea, penggila filsafat, peminat mainan tradisional, komunitas peretas, pendengar musik cadas, penggemar gadget, penonton setia film India, klub peminum susu, kumpulan pemakan ikan, serikat orang-orang tanpa pasangan…

Melanjutkan perdebatan di forum pecinta lingkungan, penyedia software bajakan, organisasi pemuda, kelompok massa, klub paranoia, penganut teori konspirasi …

Darah mengalir deras menuju jari-jari yang terus menari diatas keyboard. Sejenak kau memejam mata. Baru kali ini merasakan sensasi luar biasa saat membidani berbagai tema di semesta kata. Lalulintas kata-kata saling silang, hilir mudik dalam kepala. Ide-ide baru berkelebatan, siap dibangun menjadi kerangka pemikiran, dicurahkan dalam tulisan berdukung grafik, diagram, ilustrasi, sketsa.  Kau ingin berteriak gembira, sayang tak bisa, orang-orang pasti akan menyangka kau mulai gila.

Kau membuka mata

Sesaat, mulutmu juga melakukan gerakan serupa, menganga, hampir tak percaya. Kini, jari-jari, lengan, seluruh tangan, perlahan berubah menjadi angka-aksara. Tembok penyekat, kursi, meja, vas bunga, kertas kerja, pena, koran pagi, majalah minggu lalu, baju, sepatu, tissue, lantai, kaca, ubin, semut, cangkir, gelas, sendok plastik, bungkus biskuit, dispenser, seluruh barang, semua orang berbalut angka-aksara (entah kenapa mereka seperti tak menyadarinya).

Ruangan berubah menjadi belantara data mentah, siap diolah dan dipindah, menjadi sebuah berita atau sekedar cerita jenaka, ke dalam duniamu. Semesta yang tak mengenal jarak dan waktu.

Kau tak sanggup menahan tawa.

Benar-benar bahagia.

—————–

[1]Betty La Fea, sebuah opera sabun Kolombia yang di produksi tahun 1999 – 2001 sempat tayang di Indonesia dengan judul sama. Serial ini kemudian dibuat versi Amerika dengan judul Ugly Betty.

++++++++++++++++

Tulisan ini disertakan dalam lomba yang diadakan oleh AXIS 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s