Tex Saverio

Di pertengahan tahun 1990-an, industri musik Indonesia dikagetkan oleh keputusan penyanyi Anggun C Sasmi meninggalkan karier menyanyi di tanah air demi meraih impiannya sebagai bintang internasional. Hal itu dibuktikannya beberapa tahun kemudian dengan dirilisnya album Snow On The Sahara. Indonesia pun berbangga ternyata artisnya tidak hanya asal ucap, Anggun bahkan berkali-kali mengeluarkan album dalam berbagai bahasa, kebanyakan Indonesia – Inggris – Prancis, dan mendapat respon positif dari penikmat musik diberbagai negara di mana album tersebut dipasarkan.

Di Awal tahun 2000-an penyanyi berbakat Agnes Monica mengutarakan niat serupa, yakni Go International. Tak tanggung-tanggung, lahan yang dibidiknya adalah salah satu kiblat musik dunia, Amerika Serikat. Janjinya memang ditepati, namun jangkauan karier Agnes Monica tidaklah sekencang ucapannya. Di kemudian hari dia memang membintangi serial Taiwan bersama aktor Jerry Yan yang tenar berkat serial Meteor Garden. Agnes pun beberapa kali menjuarai festival di Korea Selatan, berduet dengan penyanyi Keith Martin, menjadi Host Red Carpet American Music Awards 2011, dinominasikan sebagai salah satu penyanyi Asia yang berpengaruh versi MTV Eropa, dan terakhir berduet dengan penyanyi veteran Michael Bolton.

Dalam rentang waktu tersebut banyak pelaku dunia hiburan, beberapa diantaranya penyanyi, yang tidak begitu populer namanya melakukan hal yang sama, menjejaki panggung hiburan mancanegara. Sebut saja Dira Sugandi yang pernah bekerja sama dengan grup jazz asal Inggris, Incognito, berduet dengan Jason Mraz, dan yang paling spektakuler adalah tampil bersama penyanyi klasik legendaris Andrea Bocelli. Ada juga nama Sandy Sondoro yang malang melintang di industri musik Eropa, Jerman tepatnya, setelah terlibat dalam sebuah ajang kontes menyanyi di sana. Sandy pun pernah tampil dalam acara ‘Dianne Warren and Friends’, dan sepanggung bersama beberapa penyanyi kelas dunia semacam Celine Dion, Gloria Estefan, LeAnn Rimes, Eric Benet dan lain-lain.

Saya kemudian teringat salah satu tagline iklan rokok, “TALK LESS DO MORE”, segelintir pelaku dunia seni yang saya sebut di atas dan menjadi pembanding Agnes Monica ini melakukan hal yang kurang lebih sama, tak banyak berkoar tentang rencana ini itu, namun melakukan kerja keras dan pulang dengan beragam cerita keberhasilan yang membanggakan.

Dan diantara orang-orang tersebut ada nama Tex Saverio. Ia bukan penyanyi, bukan pula musisi, melainkan seorang fashion designer. Tak tanggung-tanggung pesohor yang mengenakan rancangannya adalah penyanyi nyentrik Lady GaGa. Dan tak tanggung-tanggung pula gaun hasil karyanya dikenakan untuk salah satu sesi pemotretan di majalah sekaliber Harper’s Bazaar edisi Amerika Serikat.

Nah… jika anda ingin lebih tahu sedikit tentang Tex Saverio berikut saya muatkan secuil artikel tentangnya yang saya ambil dari catatan di salah satu akun jejaring sosial yang mengatasnamakan Tex Saverio. Setelah cek & ricek dengan beberapa sumber lain, yang terdapat dalam catatan tersebut lumayan dapat dipercaya. Monggo….

Tex Saverio adalah Desainer Indonesia yang mendunia. Gaun rancangannya, La Glacon, dikenakan oleh penyanyi top dunia, Lady GaGa.

Lady GaGa in Harpers Bazaar

Nama Tex Saverio tiba-tiba menjadi perbincangan ramai di dunia maya. Salah satu koleksi gaun musim semi 2011-nya yang pernah ditampilkan di Jakarta Fashion Week. La Glacon, mendadak muncul di Harper’s Bazaar AS. Lebih hebat lagi, sosok yang mengenakan La Glacon adalah penyanyi top dunia, Lady GaGa. Tak pelak lagi, pujian dialamatkan kepadanya. Siapa sebenarnya Tex Saverio?

Ia disebut sebagai Alexander McQueen-nya Indonesia. “Tak bisa tidak, kami memikirkan McQueen ketika melihat gaun ini (La Glacon)” kata selebritis blogger Perez Hilton di blog modenya, cocoperez.com. Saverio sendiri tertawa melihat dirinya dibandingkan dengan perancang terkemuka dunia itu. “Itu terlalu berlebihan. Saya tidak ada apa-apanya dibanding dia. Satu hal yang pasti, itu akan menjadi motivasi saya.” Katanya di blog pribadinya, blog.texsaverio.com.

Namun siapa sangka, pemuda kelahiran 28 Agustus 1984 yang akrab disapa Rio itu ternyata tidak menamatkan bangku sekolahnya. Ia memilih keluar dari sekolah, agar bisa lebih cepat memulai karirnya di dunia mode. Rio memenangkan penghargaan pertamanya, Mercedes-Benz Asia Fashion Award, ketika ia baru berumur 21 tahun. Kini, lima tahun kemudian, La Glacon menjadi buah bibir di dunia mode internasional.

Tidak hanya La Glacon yang menarik minat internasional. Koleksi gaun Rio lainnya, My Courtesan, juga tak kalah dahsyatnya. My Courtesan dan La Glacon benar-benar menyedot perhatian pengunjung Jakarta Fashion Week beberapa waktu lalu. Menurut Rio, ia dapat menciptakan gaun fenomenal semacam itu karena selalu berpikir bahwa tiap rancangan memiliki jiwa tersendiri. “Ini adalah tentang jiwa. Saya ingin setiap karya saya memiliki jiwa. Itu akan membuat banyak perbedaan.” Terang Rio.

Rio sudah bercita-cita menjadi perancang sejak ia duduk di bangku SMA. Rio menceritakan, ia memang hobi menggambar sejak kecil. Ia bahkan menggambar di tengah pelajaran. “Sampai-sampai salah satu guru saya suatu hari berkata pada saya, ‘Jika saya jadi kamu, saya tidak akan pergi ke sekolah ini. Saya akan pergi ke sekolah mode. Kenapa kamu tidak mencari perancang busana saja.’” Kenang Rio tentang gurunya itu. Tepat seperti itulah yang dilakukan Rio. Ia keluar dari sekolah dan fokus mempelajari mode.

Uniknya, sebelum La Glacon dikenakan oleh Lady GaGa, Rio sudah memimpikan gaun rancangannya itu dipakai oleh artis yang bersangkutan. Sejak lama, Rio ingin gaunnya dikenakan oleh sejumlah selebritis wanita yang mempunyai karakter kuat. Siapa saja mereka? “Angelina Jolie, Lady GaGa, Nicole Kidman, Charlize Theron.” Sahut Rio. Dan siapakah model yang paling ia inginkan memakai gaunnya di peragaan busana miliknya? “Naomi Campbell.” Tandasnya.

Educational Background :
– 2003 – 2004 Bunka School of Fashion
– 2004 – 2005 Phalie Studio

———-

Saya tidak punya sentimen negatif terhadap Agnes Monica, karena menurut saya Agnes pun punya kemampuan yang patut diperhitungkan, saya juga mengangumi interpretasi dan karya yang dibawakannya #catet

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s