Nude Pose: Art vs Porn

UNTUK DIPERHATIKAN: Postingan ini memuat ilustrasi yang bagi sebagian pihak masih dianggap tabu, bahkan sebuah kejahatan. Pemuatan ilustrasi ini semata-mata untuk tujuan informasi dan sedikit mengedukasi. Jika anda di bawah usia 18 tahun, atau secara mental belum bisa mempertanggungjawabkan perbuatan anda jangan membaca postingan yang ini, yang lain saja ya.

klik di sini untuk ukuran sesungguhnya

Dari segi bahasa, kata porno memang telah dapat di definisikan, yaitu tindakan cabul, namun untuk urusan rasa, semua kembali berpulang pada masing-masing individu, sehingga muncul pendapat, “Seseorang tak akan pernah tahu apa arti porno sampai orang itu melihatnya.”

Telanjang adalah tindakan yang sering diasosiakan sebagai bentuk dari porno, hal ini terutama disebabkan oleh ketabuan akan terbukanya aurat, sehingga apabila hal tersebut dilakukan atau terjadi maka akan merangsang fantasi birahi bagi yang melihatnya, baik itu lawan jenis ataupun sesama jenis. Dan perempuan adalah sasaran paling empuk untuk dijadikan objek penderita dalam masalah ini, meski objek lelaki pun kemudian oleh sebagian pihak bisa dijadikan komoditi juga sasaran tembak saat menyangkut hal-hal porno.

Sebagai seni visual, kegiatan fotografi tak jarang menggunakan objek manusia telanjang. Tujuannya beragam, mulai dari memang murni seni, pengetahuan, informasi, propaganda, protes dan tak ketinggalan perangsang hasrat seksual.

Masalah yang kemudian timbul, terutama di negara kita yang sebagian masyarakatnya masih cenderung berpola pandang seragam, sering memukul rata ketelanjangan sebagai hal porno. Bukan hanya manusia yang telanjang bulat, bahkan tampilan yang buat seolah telanjang pun langsung diseret ke dalam kategori porno.

Di akhir tahun 90-an gelombang protes sempat dilancarkan pada artis Ayu Azhari yang melakukan sesi pemotretan untuk sebuah majalah pria dewasa, Popular. Menyusul kemudian artis Sophia Latjuba yang juga melakukan sesi pemotretan untuk majalah yang sama. Sementara di awal tahun 2000-an foto-foto aktor Anjasmara dan model Isabel Jahja yang dipajang terbuka pada sebuah pameran seni, BII Nale, mendapat kecaman sangat keras. Begitu pula yang terjadi pada model Tiara Lestari yang berani buka-bukaan secara frontal untuk majalah Playboy edisi Spanyol.

Pihak-pihatkyang kontra terhadap hal ini menuding dengan tuduhan tindakan pornografi, sementara para pelaku dan pihak-pihak yang pro menyebut hal ini sebagai bentuk seni dan ekspresi diri.

Pendapat terbelah, definisi diotak-atik dan dicari celah, pemerintah pun bertindak dengan membuat Undang-Undang Anti Pornografi. Namun, lagi-lagi, sebelum selesai RUU untuk hal ini sudah menuai protes sekaligus dukungan dari dua pihak yang bersebrang pendapat. Hal ini terutama menyangkut seberapa adil UU ini bagi masing-masing gender (perempuan dan laki-laki) dan seberapa besar UU ini melindungi ke-bhineka-an adat budaya negara ini. sebab dalam pasal dan ayat-ayat yang tercantum banyak yang kemudian mendiskreditkan perempuan dan membrangus seni dan adat budaya Indonesia (hal ini dibahasnya di postingan lain saja ya…)

Untuk kali ini saya akan membahas pendapat yang telah disebutkan di atas, bahwa seseorang tak akan tahu apa arti porno sampai orang itu melihatnya.

Berikut saya muat beberapa foto di mana para objek berpose telanjang, baik itu secara frontal atau pun topless dan silakan menilai sendiri, mana yang benar-benar dibuat untuk seni dan mana pula yang masuk dalam ‘seni merangsang fantasi’ alias porno. Monggo….

January Jones
Brooke Burke
Gisele Bundchen
Carmen Electra
Hillary Swank
Jaime Bergman
Jayde Nicole
Jenny McCarthy
Jodi Ann Peterson
Kate Moss
Madonna
Naomi Campbell
Natalie Portman
Pamela Anderson
Shay Laren
Tori Black
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s