Batman Tragedy

Why So Serious?

Tiga kata tersebut selalu diucapkan Joker saat “menggoda” dan menekan calon korbannya dalam film The Dark Knight. Penjahat ini telah diperankan sedikitnya 3 aktor untuk format seri atau layar lebar, namun karakter yang diperankan aktor Heath Ledger lah yang dinilai paling menonjol. Dalam The Dark Knight figur Joker hadir dengan karakter lebih gelap, psikopat, dimana kejahatan adalah kesenangan yang tak perlu dipikirkan alasan dan akibat yang ditimbulkannya, menjadikan Joker dibenci sekaligus dikagumi oleh penonton. Tapi untuk beberapa orang, kekaguman bisa berubah menjadi obesesi yang membahayakan.

Pekan lalu sebagian dari kita terhenyak oleh sebuah berita mengejutkan yang terjadi saat pemutaran sekuel Batman garapan sutradara Christopher Nolan, The Dark Knight Rises. Sebuah penembakan brutal terjadi di bioskop Aurora 16, kota Colorado, beberapa saat setelah film ini mulai di putar. 12 orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka akibat insiden ini, termasuk satu keluarga asal Indonesia yang terdiri dari 3 orang turut menjadi korban.

Pelaku berhasil ditangkap tak berapa lama disekitar area kejadian dan diidentifikasi bernama James Eagan Holmes (24).

Pria kelahiran 13 Desember 1987 ini merupakan lulusan dari Universitas California-Riverside tahun 2010 dengan gelar BSc untuk ilmu syaraf, dan kini menjadi mahasiswa doktoral program neuroscience atau ilmu syaraf di University of Colorado Denver/Anschutz Medical Campus, berotak encer dan mempunyai minat tinggi dalam bidang genetika dan saraf. Saat penembakan terjadi, ia dalam proses drop out.

Dan Meyers, Direktur Komunikasi University of Colorado School of Medicine, menyebutkan Holmes sebagai mahasiswa cerdas dan termasuk salah satu yang terunggul dalam bidang penelitian. Namun ia tak bersedia menjelaskan penyebab pengunduran diri Holmes dan hanya menyebutkan bahwa Holmes mengundurkan diri secara sukarela meninggalkan program yang dimulai pada bulan Juni 2012.

Para korban menyebutkan di malam kejadian Holmes berdandan ala Joker, mengenakan pakaian serba hitam, berompi anti peluru dengan senjata antara lain senapan militer mirip AR-15, senapan Remington, pistol Glock caliber 40 dan gas air mata. sekitar 20 menit setelah pemutaran film Holmes muncul dengan pistol, senapan, dan masker gas. Dia kemudian melemparkan tabung gas itu, kemudian ia melepaskan tembakan brutal ke arah penonton secara acak.

Sesaat setelah dibekuk, pihak kepolisian segera merilis foto Holmes yang tampak santai dengan senyum tipis dan ekspresi manis, meski sorot janggal terlihat dalam kecemerlangan tatapan matanya yang mengingatkan saya pada figur psikopat Hannibal Lecter yang diperankan aktor Anthony Hopkins dalam film The Silence of The Lamb, seolah mengekspresikan kata-kata favorit Joker, “Why So Serious?”  terhadap kehebohan masyarakat atas aksi brutalnya tersebut.

Beberapa media menyebutkan pascapenangkapan Holmes bertindak tidak wajar, mulai dari meludah disembarang tempat, bahkan meludahi penjaga tahanan, hingga bersikap seolah ia sedang berakting dalam adegan film. Selain itu polisi juga menemukan bukti bahwa Holmes mengkonsumsi Vicodin, obat penghilang rasa sakit itu juga yang menyebabkan tewasnya aktor Heath Ledger, pada tahun 2008 silam.

Saat menggeledah tempat tinggalnya, masih di kawasan Aurora, Colorado, polisi menemukan banyak bahan peledak dan bom jebakan yang diperkirakan dirancang sendiri oleh Holmes untuk mencelakai siapa saja yang masuk kesana.

Dari barang bukti yang ditemukan, pihak berwajib memperkirakan aksi ini telah dipersiapkan oleh Holmes, dimana Ia telah membeli empat buah senjata dalam kurun waktu 2 bulan dan sekitar 6000 peluru yang dibeli via internet mencakup lebih dari 3000 butir untuk senapan serbu, 300 butir peluru untuk dua pistol Glock dan 300 butir peluru untuk senapan berburu.

Sementara itu disalah satu situs portal porno ditemukan pula foto seorang pria mirip James Holmes yang menyatakan dirinya sedang mencari gadis untuk diajak seks bebas. Belum diketahui apakah ini benar-benar James Holmes yang sama atau bukan, karena selama ini teman dan tetangga mengenal Holmes sebagai pribadi pendiam, penyendiri dan tak terlalu akrab dengan mereka, meski demikian ia memperhatikan sikap bahwa ia adalah seorang yang baik tanpa disorientasi apa pun.

Aksi yang dilakukan Holmes bukanlah yang pertama kali terjadi di Amerika, sedikitnya tercatat ada sembilan penembakan brutal yang terjadi yakni pada:

April 2012
Seorang pria melakukan penembakan di Universitas Kristen Korea di Oakland, California. Tujuh orang tewas dan tiga orang terluka akibat penembakan ini.

7 Agustus 2011
Michael E. Hance, 51 tahun, membunuh pacarnya dan enam keluarga pacarnya di Copley Township, Summit County, Ohio. Dia melakukan pembunuhan itu menggunakan dua pistol.

10 Maret 2009
Pembantaian Jenewa yang terjadi di Jenewa dan Samson, Alabama, menyebabkan 11 orang tewas. Pelaku bernama Michael McLendon Kenneth, 28 tahun, juga terbunuh dalam kejadian ini. Korban yang tewas adalah anggota keluarganya sendiri.

5 Desember 2007
Robert A. Hawkins, 19 tahun, menembak di toko Maur Von di Mall Westroads di Omaha, Nebraska, dan mengakibatkan 8 orang tewas dan tujuh orang luka-luka. Setelah melakukan penembakan, Hawkins bunuh diri. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan penembakan Mall Westroads.

16 April 2007
Cho Seung-Hui, 23 tahun, seorang sarjana di Virginia Polytechnic Institute dan State University, menembak 32 temannya di asrama dan ruang kelas di Virginia Tech, di Blacksburg. Akibat peristiwa ini, 25 orang terluka.

21 Maret 2005
Jeffrey Weise, mahasiswa berumur 16 tahun, membunuh kakek dan kekasih kakeknya di rumah. Kemudian, dia membunuh lima teman kuliahnya, guru, dan seorang penjaga keamanan di Universitas Red Lake di Red Lake, Minnesota. Setelah itu, dia bunuh diri. Tujuh teman kuliah lain mengalami luka-luka.

8 Desember 2004
Nathan Gale menembak gitaris Pantera, Darrell Abbott, tiga kali di kepala saat tampil di pertunjukan. Setelah menembak Abbott, ia menembak kepala petugas keamanan, penggemar, dan anggota band lain. Total empat orang tewas dan tujuh luka-luka.

Oktober 2002
John Allen Muhammad dan Lee Boyd Malvo menewaskan 10 orang. Serangan ini kemudian dikenal dengan Beltway Sniper. Muhammad dan Malvo kemudian divonis hukuman seumur hidup tanpa ada kemungkinan pembebasan bersyarat.

20 April 1999
Dua murid senior Eric Harris, 18 tahun, dan Dyland Klebold, 17, menembaki sekolah Menengah Columbine yang berada di pinggiran Kota Denver, sekitar 15 kilometer sebelah barat Aurora. Kejadian ini menewaskan 12 teman sekelasnya, seorang guru, serta 26 siswa lain luka-luka. Setelah melakukan penembakan itu, keduanya bunuh diri di perpustakaan sekolah.

Namun aksi ala operasi Kino dalam film Inglourious Basterds yang dilakukan sendiri oleh James Holmes lah yang paling “spektakuler”,  karena ketidakjelasan motif, dan – perkiraan sejauh ini, melibatkan fantasi dan obsesi terhadap figur fiksi yakni Joker. (CS/berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s