James Holmes: Konspirasi dibalik Tragedi?

Tragedi penembakan yang terjadi di kota Aurora, Colorado, Amerika Serikat, saat pemutaran perdana sekuel terakhir Batman arahan sutradara Christopher Nolan, The Dark Knight Rises, 20 Juli lalu dan melibatkan James Eagan Holmes sebagai pelaku kejahatan telah memasuki babak persidangan.

Opini berdatangan dari berbagai pihak, sebagian besar menutut agar proses hokum terhadap Holmes dapat disegerakan dengan vonis hukuman  seberat-beratnya, dalam hal ini hukuman mati.

Sementara pendapat berbeda datang dari sebagain kecil pihak yang melihat perkara ini dari perspektif lain. Sebagai negeri yang terkenal akan politik konspirasi yang sering dilakukan oleh para pemegang kekuasaan, mereka melihat ada beberapa kejanggalan dari kasus ini. Tuduhan adanya agenda tersembunyi dibalik peristiwa ini pun mulai menyeruak.

Ada yang menyebutkan keganjilan ini terlihat dari kemampuan James Holmes dalam menguasai senjata sekaliber AR-15, setara dengan militer yang telah terlatih selama tahunan, seperti yang dinyatakan dalam bukti suara rekaman kapten air force dengan 911 dimana ia menyebutkan, “Reloads fast, Probably millitary”.  Sementara dari bukti lain yang berasal dari rekaman cctv took senjata dimana Holmes membeli senjata, transaksi yang terjadi tak lebih dari kurun waktu dua bulan sebelum kejadian dan Holmes pun ditolak oleh tempat berlatih menembak saat mendaftar karena pelatih melihat keganjilan dalam sikap yang ditunjukannya. Lalu, darimana Holmes mendapat kemampuannya?

jenis senjata yang dipakai James Holmes

Juga berkaitan dengan dana yang ia miliki untuk membeli senjata, amunisi, dan bahan peledak yang harganya ditaksir sekitar 20.000 dolar Amerika, padahal sebelumnya ia hanya bekerja di bagian penelitian kampus sebelum akhirnya drop out.

Begitu pun mengenai kemampuan Holmes merangkai bom jebakan dikediamannya yang disebut-sebut termasuk dalam kategori sangat berbahaya, bahkan tim sekaliber SWAT pun tak mampu memutus rangkaian bom buatan Holmes dan harus membawanya ke markas FBI.

FBI sendiri menyebut ini adalah salah satu rangkaian paling rumit dari yang pernah ada. Walau secara logika hal ini bisa saja dikaitkan dengan kecerdasan Holmes selama ini, juga pekerjaannya dibagian penelitian yang memungkinkannya bisa mempelajari hal tersebut dalam waktu relatif singkat, bahkan melalui internet saja.

Lalu kemana tuduhan konspirasi diarahkan? Banyak.

Salah satunya ada yang berspekulasi ini adalah perbuatan para pelaku bisnis senjata. Seperti yang telah diketahui bahwa Amerika memperbolehkan warga sipilnya memiliki senjata api secara legal, dan hal tersebut tentulah menjadi lahan yang menjanjikan bagi pelaku bisnis di dalamnya. Apalagi pada masa pemerintahan presiden George. W. Bush, tuduhan adanya kongkalikong pemerintah dengan pebisnis senjata ini berhembus kencang, terutama berkaitan dengan invasi Amerika ke Irak, yang disinyalir hanya jadikan arena bagi mereka.

Lebih jauh lagi, ada yang menuduh pada FBI sendiri, ada pula yang menyebut pekerjaan Holmes sebagai peneliti telah menemukan sesuatu yang dirasa bisa “membahayakan” beberapa pihak sehingga ia di cuci otak, ada pula yang menyebut Holmes adalah kelinci percobaan terhadap uji coba yang berkaitan dengan syaraf manusia sehingga menjadikannya orang yang berbeda dari yang dikenal orang-orang sekitarnya, bahkan ada pula yang menyebut hal ini adalah komoditi untuk pertarungan pemilihan presiden. Well…mana yang benar? Tidak ada yang tahu….

Pada 30 Juli silam, Holmes secara resmi dikenai 142 dakwaan dalam sidang perdananya. Dua puluh empat dakwaan di antaranya adalah pembunuhan tingkat pertama, dengan dua dakwaan untuk setiap korban tewas dari 12 orang terbunuh dalam peristiwa 20 Juli tersebut.

Untuk dakwaan pembunuhan itu, 12 dakwaan pembunuhan “dengan sengaja”, dan 12 dakwaan pembunuhan “ketidakpedulian yang ekstrem” terhadap nyawa manusia.

Dakwaan lain yang dijatuhkan pada pemuda 24 tahun itu adalah 116 percobaan pembunuhan — masing-masing dua untuk setiap korban dari 58 penonton yang terluka dalam serangan itu.

Selain itu, Holmes juga dikenai satu dakwaan atas kejahatan kepemilikan peralatan peledak dan satu dakwaan terkait penggunaan senapan serbu, senjata laras panjang, dan pistol dalam serangan itu.

Dalam sidang tersebut hakim yang memimpin memerintahkan di sidang berikutnya tidak boleh ada kamera yang meliput, hal ini disebabkan berdaranya gambaran sosok Holmes dalam persidangan dengan kondisi mirip orang linglung dan sangat bertolak belakang 180° dengan foto yang pertama dirilis di media, belakangan diketahui bukan foto pertama saat Holmes ditangkap, melainkan foto lama yang diambil dari universitas tempat ia belajar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s