Djenar Maesa Ayu – tribute

Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu tentulah bukan nama asing bagi anda pecinta karya sastra Indonesia. Sejak kemunculannya 2003 silam dengan kumpulan cerita pendek, ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!’, Djenar telah merebut hati para pembaca dengan gayanya yang khas dan tutur yang lugas. Selama rentang waktu _+ 9 tahun eksistensinya di ranah sastra, Djenar telah menerbitkan 6 buah buku, yang terdiri dari 5 Kumpulan Cerpen (Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu), Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek, 1 Perempuan 14 Laki-Laki, dan T(w)ITIT!) serta 1 Novel (Nayla).

kumpulan buku Djenar Maesa Ayu
kumpulan buku Djenar Maesa Ayu

Namun seperti halnya penulis lain, karya Djenar yang fenomal pada saat itu lebih dipandang sebagai kontroversi, karena keberanian dan kejujurannya menceritakan perempuan dalam balutan sensualitas dan seksualitas dianggap oleh sebagian pihak tidak pantas untuk dimasukan kedalam kategori penulisan sastra. Bahkan seorang sastrawan senior (saya lupa siapa), pernah menyebut DJenar dan Ayu Utami (rekan satu angkatan dalam kemunculan) sebagai penulis ‘sastra selangkang’, karena hasil tulisan mereka tak lebih dari umbaran kevulgaran dan cenderung mendobrak pakem-pakem yang ada saat itu.

Hal tersebut tentunya tak menggoyahkan Djenar untuk tetap berkarya secara jujur sesuai dengan keinginan dasar untuk tetap berpegang pada kekhasannya selama ini, terbukti dengan keproduktifan Djenar menelurkan karya yang tidak selalu berbentuk buku, namun tersebar satu-satu di berbagai media cetak nasional tanah air (seringnya di koran Kompas heheheheh….). Dan lambat laun usahanya berbuah hasil, beberapa pihak yang selama ini memandang karyanya sebelah mata, dan mengkategorikan sebagai ‘tulisan porno dengan kata-kata pintar’ mulai berkurang, dan tema-tema yang ia angkat pun bisa diterima sebagai sebuah realita yang memang ada di sekitar masyarakat.

Dikemudian waktu bukan hanya dunia penulisan yang ditekuni Djenar, dia pun mulai merambah dunia sinema untuk menyalurkan ide, film Mereka Bilang, Saya Monyet! yang diambil dari buku pertamanya berhasil mengukuhkan nama Djenar Maesa Ayu di ranah perfilman Indonesia. Dalam film tersebut ia menjadi penulis naskah sekaligus sutradara dan meraih beberapa penghargaan di beberapa festival. Tak hanya bermain di belakang layar, Djenar juga pernah menjajal kemampuan aktingnya dalam film besutan Richard Oh berjudul KOPER bersama aktor Anjasmara dan aktris Virnie Ismail. Setelah itu ia tercatat bermain dalam beberapa film antara lain: Cinta Setaman (2008), Dikejar Setan (2009), Melodi (2010), Purple Love (2011),bahkan,katanya, Djenar juga ikut terlibat dalam film Boneka dari Indiana (1990) -jujur saya hanya nonton Koper, dan hanya mendengar Djenar ada di salah satu fragmen film Cinta Setaman, untuk yang lainnya hanya saya dapatkan dari sumber-sumber tertulisa saja, jadi tak tahu apakah di sana ia menjadi aktris atau pembuat. Dan, oh, hampir lupa, dulu pun Djenar pernah bermain film bersama sineas Harry Dagoe berjudul ‘SAIA’, saya belum pernah nonton filmnya hanya tahu posternya saja hehehehehehe…

Awal bulan ini, di toko buku, saya melihat empat buku Djenar di desain ulang, menghadirkan sebuah kesatuan, namun  dapat berdiri sendiri-sendiri dengan unsur yang mewakili masing-masing buku, dan yang menjadi model tak lain dan tak bukan Djenar Maesa Ayu sendiri. Hadirnya buku ‘4 in 1 in 4’ ini melengkapi kehadiran Djenar sebagai model seperti di dua buku sebelumnya yakni, 1 Perempuan 14 Laki-Laki dan T(w)ITIT!

Desain baru empat buku Djenar Maesa Ayu
Desain baru empat buku Djenar Maesa Ayu

Saya pun kembali tergelitik untuk melakukan hal serupa (setelah sebelumnya mendesain ulang -ala saya, untuk beberapa cerpen Seno Gumira Ajidarma dan serial Supernova Dewi Lestari), sekarang giliran Djenar Maesa Ayu yang memang telah menggelitik saya dari dulu, tapi baru kali ini hal itu terlaksana. Sayang, dari enam buku yang telah edar saya hanya berhasil me-design lima saja, sebab T(w)ITIT! belum saya baca hix..hix..hix..

Berhubung 14 Januari ini Djenar Maesa Ayu berulang tahun, saya jadikan re-ilustrasi ini sebagai hadiah atas karya-karya yang telah dipersembahkan Djenar untuk sastra Indonesia dan para pengapresiasinya. BOCORAN: ada satu lagi ilustrasi yang saya buat berdasar karya Djenar, namun belum jadi khihihihi semoga minggu-minggu ini selesai, tapi jika mau lihat salah satu karya Djenar yang diposting di sini, bisa klik yang ini.

Yo wes, tak perlu berlama-lama lagi, ini dia kelima re-design buku Djenar Maesa Ayu ala Crimson Strawberry (mudah2an jika suatu waktu Djenar melihat desain ini, beliau tak keberataan ya… dan semoga pula re-design ini tidak dibuka oleh FPI, bisa-bisa blog saya di bredel hehehheheh…..

Mereka Bilang, Saya Monyet! ala crimsonstrawberry
Mereka Bilang, Saya Monyet! ala crimsonstrawberry
Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) ala Crimson Strawberry
Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) ala Crimson Strawberry
Nayla ala Crimson Strawberry
Nayla ala Crimson Strawberry
Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek ala Crimson Strawberry
Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek ala Crimson Strawberry
1 Perempuan 14 Laki-Laki ala Crimson Strawberry
1 Perempuan 14 Laki-Laki ala Crimson Strawberry
Iklan

2 pemikiran pada “Djenar Maesa Ayu – tribute

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s