Sweet Like Sugar

Sweet like Sugar

Gaya hidup dan pola makan masyarakat yang mulai bergeser dari sesuatu yang bersifat sehat ke sesuatu yang serba cepat tanpa memperhatikan besaran kecukupan gaji, kurangnya bergerak dan olah raga, ditambah lepasnya radikal bebas yang disebabkan polusi tinggi, menciptakan berbagai penyakit yang bersifat degeneratif. Salah satunya diabetes yang disebabkan oleh kadar gula tinggi dalam tubuh.

Berangkat dari “kesadaran” akan hal tersebut, Industri mulai melirik dan menciptakan pemanis pengganti gula tebu (sucrose), yakni pemanis yang berasal dari jagung (corn fructose) yang menhasilkan tingkat kemanisan 5 kali lipat dari gula tebu dan 60% lebih murah. Berhubung manusia telah memasuki instant era, produksi pemanis dari jagung ini pun dibuat versi sintetisnya yang lebih dikenal dengan nama aspataram/aspatarame. NutraSweet, Equal, Spoonful, Equal-Measure, dan Tropicana Slim adalah beberapa merk dagang dari aspartam yang sering banyak dijumpai di pasaran.

Ditemukan oleh James Schslatte pada tahun 1965 sebagai hasil percobaan yang gagal, aspartam merupakan pemanis sintetisnon-karbohidrat, “aspartyl-phenylalanine-1-methyl ester”, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina. Asam aspartat merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau neurotransmitter yang memacu eksitasi pada ujung sinaps saraf otak.

Keunggulan aspartam yaitu mempunyai energi yang sangat rendah, mempunyai cita rasa manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman, dan dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman pada penderita diabetes. Namun seperti disebutkan diatas, bahwa aspataream adalah produk sintetis, maka ia pun punya efek samping yang menimbulkan pro dan kontra.

EFEK SAMPING

Berbagai penelitian telah dilakukan, namun pendapat para ilmuwan tetap terbelah. Sebagian pihak merilis berbagai efek samping yang ditimbulkan oleh aspartame.

“Aspartame (NutraSweet) merusak secara pelan-pelan dan tak terasa bagi tubuh dan itulah alasan mengapa kita harus menghindarinya. Akan diperlukan satu tahun, lima, 10 atau 40 tahun, tapi dalam jangka panjang akan nampak perubahan yang menyebabkan penyakit ringan maupun berat. Aspartame punya efek yang mendalam pada mood seseorang, kecemasan, pusing, kepanikan, mual, iritabilitas, gangguan ingatn dan konsentrasi.” -Ralph Walton, M.D-

“Saya telah mengamati adanya masalah kerusakan intelektual yang berat sehubungan dengan penggunaan produk-produk aspartame. Biasanya bermanifestasi dalam susah membaca dan menulis, susah mengingat, sering lupa waktu, tempat bahkan orang lain yang pernah dia kenal. Banyak efek dari aspartame begitu serius termasuk kejang-kejang dan kematian. Efek lainnya yaitu: sakit kepala/migraine, pusing, sakit persendian, mual, mati rasa, kejang otot, kegemukan, gatal-gatal, depresi, kelelahan, lekas marah, tachycardia, insomnia, kebutaan, ketulian, jantung berdebar, sesak nafas, kecemasan, gangguan berbicara, kehilangan indra pengecap, telinga berdengung, vertigo, dan lupa ingatan.” H. J. Roberts, M.D.-

Secara umum efek samping yang ditimbulkan oleh aspartam meliputi:

Mata : kebutaan pada satu atau kedua mata, menurun visi dan / atau masalah mata lainnya (seperti: buram, berkedip terang, berlekuk-lekuk garis, visi terowongan, penurunan penglihatan pada malam hari), nyeri pada satu atau kedua mata.

Telinga : tinnitus – dering atau suara berdengung, parah intoleransi kebisingan, ditandai gangguan pendengaran.

Neurologis : epilepsi kejang, sakit kepala, migrain, pusing, kegoyangan, kebingungan, kehilangan memori, mengantuk parah, paresthesia atau mati rasa pada tungkai, hiperaktif dan kaki gelisah, wajah nyeri,tremo parah.

Psikologis / psikiatrik : depresi parah, sifat lekas marah, agresi, kegelisahan, perubahan kepribadian, insomnia.

Dada : palpitasi, takikardi, sesak napas, tekanan darah tinggi.

Gastrointestinal : mual, diare, kadang-kadang dengan darah dalam tinja, perut sakit, nyeri saat menelan.

Kulit dan Alergi : gatal tanpa ruam, efek reaktif bibir dan mulut, gatal-gatal, memperburuk penyakit pernapasan seperti alergi asma.

Endokrin dan Metabolik : hilangnya kontrol Diabetes, perubahan menstruasi, penipisan atau kerontokan rambut, penurunan berat badan.

Lain-lain : frekuensi berkemih dan rasa nyeri saat buang air kecil, haus berlebihan, retensi cairan, pembengkakan kaki, kembung, peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa dipicu atau memang disebabkan oleh aspataram: Kelelahan kronis Syndrome, Epstein-Barr, Post-Polio Syndrome, Penyakit Lyme, Penyakit Grave, Penyakit Meniere, Alzheimer, ALS, Epilepsi, Multiple Sclerosis (MS), EMS, Hypothyroidism, Merkurius sensitivitas dari tambalan Amalgam, Fibromyalgia, Lupus, non-Hodgkins, Limfoma, Attention Deficit Disorder (ADD).

CATATAN: tidak diketahui secara pasti, tapi barangkali efek samping dan penyakit ini akan muncul untuk penggunaan produk secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dan jumlah yang melebihi ketentuan

SANGGAHAN DAN TENTANGAN

Hal sebaliknya dirilis oleh berbagai badan makanan dan kesehatan semacam The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), Americam Medical association (AMA), The American Council On Sience and Health (ACSH), The Center For Disease Control, The European Commision’s scientific Committee on Foods,United Nation of Food and Agriculture Organization, WHO, dan Food and Drug Administration (FDA), menyebutkan aspartam aman untuk dikonsumsi semua kalangan, bahkan untuk penderita diabetes, wanita hamil dan menyusui, serta anak-anak. Dan hanya berimbas pada penderita fenilketonuria* saja.

* Fenilketonuria adalah penyakit di mana penderita tidak dapat memetabolisme fenilalanina secara baik karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanina menjadi tirosina dan bisa terjadi kerusakan pada otak anak. Dan karena itu perlu untuk mengontrol asupan fenilalanina yang didapatnya. Penyakit ini tidak pernah ditemukan di Indonesia, tetapi pada orang kulit putih, itupun kejadiannya hanya satu per 15.000 orang. Bukan hanya aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanina termasuk nasi, daging dan produk susu. Karena itu, pada setiap produk yang mengandung aspartam ada tanda peringatan untuk penderita fenilketonuria bahwa produk yang dikonsumsi tersebut mengandung fenilalanina.

FDA sendiri sudah mengeluarkan ijin penggunaan aspartam secara luas sejak tahun 1981 Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyakpenelitian ilmiah yang harus ditinjau terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Dan dari bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman. Selanjutnya lebih dari 100 penelitian dilakukan, namun sampai saat ini, FDA tidak mengubah pendapatnya. Aspartam kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara termasuk Indonesia.

Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA pun memberikan batas-batas pemakaian yang dianjurkan. Istilah yang dipakai adalah Acceptable Daily Intake (ADI) yang berarti asupan harian yang diperbolehkan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah pemanis per kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan risiko. ADI adalah tingkat yang konservatif, yang umumnya menggambarkan jumlah 100 kali lebih kecil dibandingkan tingkat maksimal yang tidak memperlihatkan efek samping dalam penelitian binatang. ADI untuk aspartam adalah 40 mg/kg berat badan.

Di Indonesia, Kepala Laboratorium Biokimia Pangan dan Gizi IPB Prof.Dr.ir. Made Astawan MS mengatakan aspartam merupakanpemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa), sehingga untuk mencapai titik kemanisan yang sama diperlukan aspartam kurang dari satu persen sukrosa. Seperti banyak peptida lainnya, kandungan energi aspartam sangat rendah yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis sehingga kontribusi kalorinya bisa diabaikan sehingga menyebabkan aspartam sangat populer untuk menghindari kalori dari gula.

Sementara BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), juga merilis perihal amannya konsumsi aspartam di situs resmi mereka.

JAGUNG: INDUSTRI DAN REVOLUSI.

Hal menarik yang kemudian menyeruak dibalik kasus aspartam ini berkaitan dengan jagung itu sendiri. Produksi jagung di benua Amerika berlipat ganda dalam 10 tahun terakhir dimana Amerika Serikat merupakan Negara produsen yang paling dominan. Produksi yang tinggi ini ditunjang oleh penggunaan benih GMO [transgenic] jagung yang diproduksi oleh Monsanto (teknik penanaman jagung secara mekanis sudah lebih produktif). Meningkatnya permintaan bahan makanan asal jagung didunia sebagai akibat diversifikasi pemanfaatan jagung; konversi lahan pertanian dari jenis pangan lain menjadi lahan jagung lebih besar dan terakhir adalah adanya subsidi ekspor yang sangat besar bagi petani jagung didalam perdagangannya.

Bila anda lihat konsumsi USA yang berjumlah 276 Juta Ton, maka sebenarnya itu bukan dikonsumsi langsung oleh rakyatnya, namun dikonsumsi oleh industri pangan yang kemudian dieksport keluar negeri [Rakyat China yang 1,3 milyar orang saja hanya mengonsumsi 159 Juta ton]. Industri ini bisa saja industri daging, atau gula jagung dalam bentuk produk jadi atau semi jadi. Sisa produksi USA yang terlihat 55 Juta Ton disana untuk eksport adalah dalam bentuk butiran jagung [umumnya mayoritas untuk pakan ternak] , sedangkan jumlah eksport sebenarnya diperkirakan lebih besar dari 100 Juta Ton dalam bentuk pangan jadi atau semi jadi. Untuk Indonesia, setiap tahun kita melakukan import jagung butiran antara 0 – 3 Juta Ton, tergantung produksi.

Tanpa terasa kita terjebak didalam dunia yang didominasi oleh produk jagung. Kita bisa perhatikan bagaimana jagung telah menjadi konsumsi utama didalam kehidupan modern. Gula jagung [corn fructose] sekarang telah menggantikan semua gula yang digunakan untuk mayoritas industri makanan dan minuman. Semua minuman ringan menggunakannya dan semua pemanis bagi makanan menggunakannya, menggantikan gula tebu [sucrose], madu, molase. Tak ada yang bisa bersaing dengan pemanis ini, baik dari tingkat kemanisan dan harga jual.

Lebih jauh lagi, Bila anda memakan daging pada saat ini, maka setidaknya anda sudah mengonsumsi jagung 75% nya yang telah diproses menjadi daging. Semua feed stock atau bahan makanan ternak ayam, sapi, babi dan livestock lainnya sekarang ini berbasis jagung. Jadi kalau anda makan daging, maka sebenarnya anda sedang makan jagung. Bagimana produk lain? Jumlah yang besar lainnya adalah produk yang berasal dari tepung jagung, jang setelah dicampur dan dikemas akan menjadi berbagai produk yang telah menggeser tepung gandum, beras dan jenis tepung lainnya. Para pelaku Industri di USA secara agresif melakukan diversivikasi penggunaan jagung agar permintaan akan jagung tetap meningkat. Dalam 20 tahun kedepan, bila revolusi ini terus berjalan maka mayoritas manusia modern adalah manusia-jagung atau corn-man

Pertanyaan penting adalah, apakah harga jagung cukup murah disana sehingga dapat di export? Kalau dibandingkan dengan Negara maju lainnya katakanlah di Jepang, maka memang lebih murah, karena penggunakan mekanisasi dalam skala luas memang akan memperkecil harga produksi. Namun bila dibandingkan dengan harga di negara ketiga maka harganya jelas lebih mahal, karena harga tenaga manusia masih lebih murah daripada mekanisasi. Lalu mengapa USA misalnya bisa mengeksport jagung mereka ke Indonesia. Jawabannya adalah SUBSIDI. Subsidi harga jagung disana merupakan salah satu subsidi yang paling terbuka didunia. Pemerintah menentukan harga patokan ekspor jagung [yang diselaraskan dengan harga jual dalam negeri] dan kemudian bila petani melakukan ekspor, dia berhak mendapatkan selisih harga domestik dan ekspor dalam bentuk kupon yang dapt diuangkan di bank. Sebagai contoh nyata, bila harga pasar domestik untuk jagung katakanlah Rp 2.500/Kg, sedangkan harga export [yang harus lebih murah dari harga domestik dinegara tujuan] misalkan Rp 1.300, maka petani disana akan menerima Rp 1.300 dari pengimport ditambah kupon oleh pemerintah sebesar Rp 1.200/Kg. Hal yang sama berlaku untuk kedele dan gandum. Ini adalah politik ekonomi dan perdagangan yang berbahaya untuk dunia.

Apakah bahaya produk jagung atau turunannya? Pertama sekali adalah Gula jagung [corn fructose] dan bahaya kedua terbesar [dalam jangka lebih panjang] adalah sifat GMO [transgenic]. Secara umum fructose yaitu gula dalam buah [termasuk jagung] adalah sehat bila dikonsumsi dalam bentuk alaminya. Anda memakan buah yang manis2 dan mayoritasnya sangat sehat dan penuh nutrisi karena didalam buah tersebut, selain gula juga berisi mineral, vitamin, enzyme dan lainnya. Bila fructose tadi diproduksi khusus sebagai gula, maka zat lainnya akan hilang dan ia akan menjadi substansi yang tidak sehat. Gula jagung ini tidak dapat diproses oleh pancreas dan akan langsung membebani liver sehingga liver overloaded. Dengan tingginya kadar gula dari gula jagung maka liver akan membentuk lemak dengan cepat. Hasilnya adalah kegemukan dan obesitas dengan segala komplikasinya. Jangan dilupakan bahwa gula merupakan bahan makanan yang sangat addiktif, hanya sedikit dibawah NARKOBA. Anda perlu mencoba sendiri untuk berpantang gula seminggu dan rasakan perasaan “sakaw” akan gula. Hal ini diketahui oleh para industri makanan, dan karenanya, mereka memberi gula dalam jumlah yang sangat banyak pada setiap jenis makanan olahan, minuman olahan. Pada akhirnya orang menyukai sesuatu makanan tertentu hanya karena kadar gulanya banyak, bukan karena rasa yang lain.

Dalam masalah GMO, hampir seluruh benih jagung import adalah GMO dan benih jagung local telah terkontaminasi [kawin silang] dengan benih GMO. Dalam 20 tahun mendatang, 100% jagung diseluruh dunia akan menjadi GMO bila dunia tidak melakukan sesuatu untuk mencegahnya. Dampak kesehatannya semakin tahun semakin terlihat dan sudah mengganggu masalah genetik, system syaraf dan fisiologi lainnya.

KONSPIRASI (?)

Aspartam sebagai hasil dari industri dan revolusi jagung juga tak lepas dari bidikan tentang tuduhan adanya konspirasi ekonomi dan politis yang dilakukan oleh Amerika. Namun hal itu belum akan dibahas karena masih kurangnya sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, dan lebih banyak sesuatu yang bersifat issue dan opini saja tanpa ada korelasi yang benar-benar jelas.

PENCEGAHAN

Langkah-langkah preventive standar yang bisa dilakukan guna menghindari efek buruk produk sintetis (bukan hanya aspataram), antara lain dengan:  Hindari semua produk bebas gula yang mengandung aspartam, gunakan gula herbal alami yang lebih aman, olahraga dan istirahat yang cukup, serta mengkonsumsi makan dari sumber organik. Semoga bermanfaat

REFERENSI diambil antara lain dari: Kompasiana, HealIndonesia, wikipedia, banabakery, pom.go.idmeracola, dan meracola.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s