Thresholding Art

wpid-Thresholding-Ilustrasi.jpg

“Tak ada lagi hal baru di dunia, yang ada hanyalah pembaruan.”

Saya lupa siapa orang yang menyampaikan dan bagaimana tepatnya kutipan aslinya, tapi kurang lebih seperti itu (barangkali Leonardo DaVinci). Beberapa waktu lalu, salah seorang sahabat saya yang tidak suka membaca memberi saya buku berlabel PEMENANG salah satu lomba penulisan novel bergengsi di Indonesia. Tanpa ditanya sahabat saya bilang, ia tertarik membeli dan memberi karena ada tulisan PEMENANG itu tadi. Jadi, menurut hiptesanya, dengan juri yang terkenal di ranah sastra untuk lomba yang selalu eksis, predikat pemenang adalah jaminan. Setelah saya baca, sedikitnya ada empat nama di buku tersebut; Seno Gumira Ajidarma, Ayu Utami, Paulo Coelho, dan Albert Camus. Saya kecewa karena buku dengan predikat pemenang itu tidak menghadirkan sesuatu yang baru, tapi hanya menyatukan berbagai sumber.
Tapi itu pun sebenarnya bisa disebut sebagai sesuatu yang baru, tapi ‘baru’ dalam dimensi yang tidak saya sukai. (Ini bukan dikarenakan karya saya tidak pernah menang disetiap lomba ya, sebab kalau karyanya saya suka, mau pemenang atau bukan pemenang sebuah lomba pasti saya bilang suka heheheh…)

Lantas, ‘baru’ di dimensi apa yang saya sukai? Saya beri contoh.

Beberapa waktu lalu (juga) salah seorang teman saya, Dans, meluncurkan produk seni pajang dengan label Dans Zaky Sponge Art. Jika anda penggemar Che Guevara atau, paling tidak, tahu posternya, pasti tidak asing dengan poster seperti dibawah ini.

wpid-Thresholding-Che.jpg

Hal serupa juga bisa kita temukan disampul buku Warkop DKI, Main-Main Jadi Bukan Main.

wpid-Thresholding-Warkop.jpg

Anda, pengguna photoshop, tentu sudah tidak asing dengan teknik seperti ini. Yup, salah satu fitur photoshop memungkinkan anda membuat tampilan sebuah foto menjadi bentuk biner. Namanya Threshold.

Lengkapnya, secara definisi, Threshold diartikan sebagai proses mengubah citra keabuan (grayscale) menjadi citra biner atau hitam putih, sehingga dapat diketahui daerah mana yang termasuk objek dan latar belakang dari citra tersebut secara jelas.

wpid-Thresholding-Contoh.jpg

Hal ini yang kemudian dikembangkan oleh Dans sebagai dasar inspirasi dari pembuatan seni pajangnya.
Namun tentu saja pengerjaannya tidak semudah seperti kita meng-klik fitur threshold karena setiap objek memiliki pencahayaan sendiri-sendiri, detail yang berbeda, dan lain sebagainya.

Uniknya lagi, jika dalam dua contoh ilustrasi diatas media yang digunakan adalah kertas dan menggunakan teknik cetak, maka Dans memilih spon sebagai media dasar dan teknik potong untuk membentuk objek yang dibuatnya.

wpid-Thresholding-DansZaki.jpg

Dengan kreativitas, spon yang semula hanya dibentuk menjadi hiasan dinding dengan dominasi tokoh-tokoh animasi tertentu seperti yang biasa kita temui di kelas Taman Kanak-Kanak bisa diolah menjadi pajangan yang punya nilai seni tersendiri dan cocok hadirkan sebagai penghias ruangan atau kamar. Objek yang dibuat pun tak hanya sosok kartun, tapi bisa siapa pun. Dengan nuansa hitam putih dan dikemas dalam bingkai kayu berkaca menjadikannya lebih berkesan klasik dan ekslusif (warna-warna lain pun bisa dipesan dan disesuaikan dengan selera masing-masing pemesan/pembeli), seni Thresholding ini cocok sebagai alternatif pengganti foto/poster konvensional baik untuk keluarga, pasangan, self potrait, atau pun figur idola anda sebagai tambahan koleksi. Disamping menjadi pajangan yang akan menambah unik ruangan, seni pajang ini juga cocok untuk dijadikan gift bagi relasi atau orang-orang terdekat.

Meski sama-sama memperbaru dengan menyatukan apa yang telah ada, tapi penulis berpredikat PEMENANG hanya menjadi soft plagiat, sementara sponge art yang dirintis oleh Dans menjadi suatu alternatif baru. (opini sepihak dari saya saja, barangkali 🙂 )

===============
Info lengkap dan cara pemesanan bisa dilihat di akun facebook dan jaringan toko jual beli online.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s