The Cabin In The Woods

wpid-The-Cabin-In-The-Woods-minimalist.jpg

Film kedua yang jadi pilihan Crimson Strawberry adalah The Cabin In The Woods. Salah satu film paling diantisipasi para pencinta horror movie tahun 2012 lampau ini memang menghadirkan angin segar diantara produksi seram Hollywood yang mulai membosankan.

Plotnya klise, lima orang muda-mudi: Dana, Kurt, Marty, Holden dan Jules (masing-masing diperankan Kristen Connoly, Chris Hemsworth, Franz Kranz, Jesse Williams, dan Anna Hutchison) berencana menghabiskan liburan di sebuah pondok tengah hutan milik sepupu Kurt. Ternyata kabin tersebut mempunyai ruang bawah tanah berisi berbagai benda-benda lama yang mewakili makhluk-makhluk menyeramkan guna “dipilih” untuk menghabisi mereka. Tanpa sengaja Dana memilih dan membaca buku berisi mantra pemanggil zombie keluarga Buckner, maka mulailah huru-hara yang menegangkan itu, satu persatu para remaja menemui ajal dengan cara yang mengerikan. Dan standar pula, dua orang dari mereka berhasil lolos dan bertahan untuk kemudian mencari dan mengungkap apa yang ada dibalik semua kejadian.

wpid-The-Cabin-In-The-Woods-movie-poster.jpg

Namun seperti disebut sebelumnya, The Cabin In The Wood adalah sebuah angin segar, naskah cerdas yang menyatukan formula horror klasik dengan fiksi ilmiah, mitos, kepercayaan, dan komedi hitam plus dialog serius tapi santai, sedikit satir dan sarkastik ini sangat beresiko jika tidak digarap dengan baik. Sebab alih-alih meraih kesuksesan seperti sekarang, film ini akan tampil sebagai sebuah tayangan yang nyinyir dan murahan. Syukurlah sutradara Drew Goddard melakukan eksekusinya dengan apik.

Perihal penyatuan kasus yang terjadi dengan kehadiran agen dan departemen dibaliknya yang bertugas mengawasi, mengurusi hantu-hantu, set, plus menyiapkan skenario dan monster macam apa untuk para korban, yang hadir sejak awal cerita hadir dengan menarik dan justru membuat penasaran. Malah, menurut saya, jadi lebih menyenangkan walau tak melupakan kodratnya sebagai film yang diharuskan tampil tegang dan berdarah-darah. Saya rasa film ini, sengaja atau tidak, menyindir Amerika sebagai negara yang gemar mengawasi, mengontrol, dan melancarkan teori konspirasi di berbagai negara lain, bahkan sampai urusan hantu pun tak luput dari urusan mereka heheheheheh… *just my opinion.

wpid-The-Cabin-In-The-Wood-movie-still.jpg

Jika dilihat dari sudut pandang yang agak humanis, The Cabin In The Woods dengan caranya yang halus dan menghibur hendak menyampaikan bagaimana rasa kemanusiaan manusia makin tersisih, bahkan derita dan kematian tak lebih dari sekedar hiburan yang bisa menjadi ajang taruhan para ‘dalang’ kejadian. Bagi saya The Cabin In The Wood tak hanya menghadirkan ketakutan yang ditimbulkan oleh para monster, tapi lebih jauh lagi bahwa kita dihadapkan pada rasa ngeri yang ditimbulkan justru oleh spesies kita sendiri. Manusia.

So, untuk menyampaikan suatu pandangan politis tidak harus selalu dihadirkan dalam film-film drama berat yang membuat kita mengerutkan dahi, tayangan horror pun bisa mengangkat fenomena sosial dan kemanusiaan dengan cara menarik dan pintar, tergantung dari mana kita sebagai penonton melihatnya kemudian.

Tunggu apa lagi bagi yang belum nonton The Cabin In The Wood akan menyajikan sajian horror dengan sesuatu yang baru untuk Halloween tahun ini, sementara bagi yang sudah nonton, film ini bisa menjadi sarana untuk berpikir dan berkontemplasi (ciyeeee, bahasanya sok bijak banget ya).

Iklan

3 pemikiran pada “The Cabin In The Woods

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s