Terios 7 Wonders : FINDING PARADISE

Terios Finding Paradise 1

Jika satu atau dua dekade kebelakang orang-orang mancanegara ditanya, dimanakah destinasi wisata yang termasuk surga dunia kemudian sebagian dari mereka menjawab Indonesia, maka maksudnya adalah Bali (saja).

Sudah sejak lama pulau tempat bersemayamnya para dewa ini menjadi magnet bagi jutaan warga dunia untuk dijadikan tujuan wisata, sumber inspirasi, atau tempat mencari pencerahan spiritual. Alam yang indah ditambah kehidupan masyarakat yang lekat dengan seni, budaya, dan agama dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik tersendiri.

Eksotis. Begitu predikat yang kemudian disematkan oleh orang-orang dari negara yang lebih dulu maju.

Sayang, selama rentang waktu itu pula pembangunan yang terlampau membabi buta, sedikit tapi pasti, menggerus kecantikan Bali yang natural menjadi lebih artifisial. Berdirinya berbagai villa pribadi, hotel, motel, restoran, bar, cottage, café, spa, berbagai cabang gerai produk luar negeri, hingga toko-toko suvenir yang menjamur dinilai sebagian orang mengurangi keindahan citra Bali yang sarat misteri. Meski masih punya pesona jelita, sebagian masyarakat urban yang telah terbiasa oleh kehidupan kota dengan segala fasilitas mapan mulai mencari alternatif lain. Tempat-tempat perawan yang masih tersembunyi dibalik belantara, puncak gunung, atau ditengah perairan luas yang jauh dari jangkauan teknologi dan infrastuktur perkotaan mulai dilirik oleh mereka. Dan beruntung Indonesia mempunyainya. Banyak.

Berbagai tempat disetiap pelosok pulau-pulau di negeri ini menawarkan pesona yang tak hanya menyajikan panorama pemandangan semata, namun juga pola kultural dan kehidupan masyarakat yang tak terlampau bergantung pada hasil kemajuan teknologi masa kini yang bisa dikaji, atau bahkan diteladani, kearifan lokalnya yang begitu lekat dan harmonis dengan alam.

Berangkat dari hal tersebut, Terios kembali mengadakan perjalanan petualangan dengan tema Terios 7 Wonders Hidden Paradise (setelah sebelumnya menggelar Sumatera Coffee Paradise). Kali ini pihak Daihatsu Terios mengajak tujuh blogger terpilih dan tujuh jurnalis untuk ikut serta menjelajah surga-surga wisata yang masih belum banyak terjamah dalam barisan tujuh mobil terios bermesin 1500cc VVTi.

Sejak start dari Jakarta, berbagai tempat mereka singgahi melalui perjalanan darat yang sarat rintangan. Tak hanya faktor cuaca, struktur demografi berupa medan-medan ekstrim, jalanan rusak berbatu atau terlampau licin karena berpasir banyak, serta tanjakan & turunan terjal menjadi daya tarik tersendiri yang menambah keseruan sekaligus ajang untuk menguji performa dan ketangguhan Daihatsu Terios yang telah meningkatkan fasilitas keamanan dan kenyamanan bagi pemakai seperti adanya 7 kursi penumpang dengan teknologi One Touch Tumble, sistem audio/video Double Din with AUX & USB Connector, Electric Power Steering ditambah sistem High Ground Clearance yang memberi kenyamanan pada penumpang dan suspensi lembut namun prima yang mampu meredam getaran akibat goncangan kala mobil melaju di medan yang kurang bersahabat dalam perjalanan panjang yang mengambil rute dari Sawarna – Merapi – Tengger – Baluran – Rembitan – Dompu, dan berakhir di pulau Komodo NTT dalam kurun waktu hampir dua minggu ini.

Terios Finding Paradise 2

Di beberapa tempat yang dijadikan tujuan, tim Terios 7 Wonders mendapat sambutan hangat berupa ritual upacara selamat datang, seperti yang terjadi di Sade, salah satu desa di Rembitan yang ditinggali oleh Suku Sasak. Di tempat tersebut, mereka disambut oleh oleh alunan musik dan tarian tradisional Kedang Belek diiringi oleh tabuhan gamelan yang disambung oleh pertunjukan Peresehan. Yang kemudian menarik adalah bahwa pertunjukan perkelahian antar dua pria dengan senjata tongkat rotan dan perisai kulit sapi ini mulanya adalah bagian peperangan, namun kini kegiatan tersebut hanya dijadikan salah satu sajian hiburan untuk wisatawan.

Tak selalu pula perjalanan tim Terios 7 Wonders bersifat hura-hura dalam petualangan menundukan medan rintang. Berbagai kegiatan sosial mereka lakukan, entah itu berkaitan dengan lingkungan atau pun pendidikan. Selepas dari Sade, masih di pulau Lombok, tepatnya di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, rombongan melaksanakan baksos, menyumbang buku-buku pelajaran untuk SMA AL Masyhudien. Sementara sebelumnya, di kawasan lereng Gunung Merapi, tim Terios 7 Wonders menanam 10.000 pohon pascaletusan besar tahun 2010 silam, yang diawali kesenian Jathilan. Pun begitu saat di Gunung Bromo, sejumlah alat kebersihan plus tempat sampah disumbangkan rombongan dengan harapan kebersihan lokasi tersebut senantiasa terjaga.

Tapi dimana ada start disana finish, setelah nyaris dua pekan menikmati  privilege menyaksikan terbit & terbenam matahari di indahnya pesisir pantai, puncak pegunungan, bentang padang savana, bertemu orang-orang dari beragam suku lengkap dengan sajian kulinernya yang mewarnai penjelajahan dari barat jawa hingga kawasan timur Indonesia, perjalanan rombongan Terios 7 Wonders berakhir di pulau Komodo.

Lebih dari 2500 kilometer bersama-sama menelusuri sedikit dari surga wisata tersembunyi yang tersebar di negeri ini pasti, sedikit banyak, memberi pengenalan serta pengalaman baru bagi peserta maupun kru. Meski, mungkin, beberapa dari mereka pernah atau sering melakukan hal serupa sebelumnya, namun dalam setiap perjalanan dua hal tersebut akan selalu ada, apalagi jika teman yang turut andil berbeda-beda. Terlepas dari niatan awal masing-masing individu, entah itu sekedar jalan-jalan, bertualang, mencari bahan tulisan atau jepretan fotografi, ada suatu pelajaran, disadari atau tidak, selama petualangan yang  seharusnya didapat, bahwa perjalanan ini telah memberi (baik yang menjalani atau pembaca) sebuah pengenalan tentang negeri sendiri. Karena dari pengenalan biasanya akan timbul rasa cinta. Rasa cinta akan membangkitkan nasionalisme. Dan dari nasionalisme-lah akan lahir sifat patriotisme.

Sebab, seperti pepatah lama, ‘Tak kenal maka tak sayang’. Jika generasi muda suatu bangsa tak kenal apa yang dipunyai tanah air sendiri, jangan harap akan ada kebanggaan apalagi sampai rasa rela berkorban demi negeri yang didiami. Bukan begitu bro, sist, bro-sist, sist-bro, sist-sist, bro-bro?

Semoga dimasa-masa mendatang program serupa bisa lebih sering dilaksanakan dan lebih banyak pula surga-surga tersembunyi yang dijelajahi. Salute untuk Terios 7 Wonders.

==========

Destinasi #1 : SAWARNA
Destinasi #1 : SAWARNA
Destinasi #2 : MERAPI
Destinasi #2 : MERAPI
Destinasi #3 : TENGGER (foto diambil di Ranu Pane)
Destinasi #3 : TENGGER (foto diambil di Ranu Pane)
Destinasi #4 : BALURAN
Destinasi #4 : BALURAN
Destinasi # 5 : REMBITAN
Destinasi # 5 : REMBITAN
Destinasi #6 : DOMPU
Destinasi #6 : DOMPU
Destinasi #7 : PULAU KOMODO
Destinasi #7 : PULAU KOMODO
Lembayung Langit Riuk Benalak
Lembayung Langit Riuk Benalak

=====================

Terios Finding Paradise - Follow

link

========================

Seluruh foto destinasi perjalanan dan kegiatan Terios 7 Wonders diambil dari laman Daihatsu

===========================

banner_300x250

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s