Review Film : MONSTER

wpid-Monster-Movie-Poster.jpg

Film yang pertama akan dibahas adalah film yang menceritakan tentang hubungan dua perempuan yang sedikit banyak melibatkan konflik asmara didalamnya. Monster.

Secara umum film ini jarang dikategorikan sebagai lesbian movie, jika anda mencari di google menggunakan kata tersebut (top 10 lesbian movies, misalnya), Monster jarang terdaftar dalam deretannya. Namun karena hanya film ini, dan Boys Don’t Cry yang saya tonton waktu SMP dan ingat-ingat lupa detail ceritanya serta agak susah cari situs yang menyediakan unduhan gratis untuk film tersebut, yang ada dalam memori saya, jadi Monster saja yang dibahas ya heheheheh….

MONSTER adalah sebuah film biopic tentang kehidupan Aileen Wournos, seorang PSK perempuan yang telah melakukan serangkaian pembunuhan berantai. Dalam film, berawal dari pertemuannya dengan seorang gadis kikuk bernama Shelby (Christina Ricci), Aileen (Charlize Theron) tentu tak akan menyangka dia akan terseret dalam serangkaian kejahatan yang menjadikannya sebagai pelaku.

Terdorong rasa sayang terhadap gadisnya, Aileen yang bekerja sebagai pelacur jalanan berkerja sangat keras demi menghidupi diri sekaligus bersenang-senang, meski diketahui orang tua Shelby tak menyukai dirinya, hingga suatu malam, seorang pria yang menggunakan jasa dirinya melakukan kekerasan seksual yang berujung pada pembunuhan brutal yang dilakukan Aileen untuk mempertahankan diri.

wpid-Monster-Movies-still.jpg

Berhasil menghilangkan jejak korban serta menggondol harta benda, termasuk kendaraan, Aileen mulai menjadikan pembunuhan sebagai salah modus untuk mendapatkan uang. Banyak konflik batin terlibat, perasaan bersalah yang bertabrakan dengan kebutuhan hidup membuatnya harus menentukan pilihan. Pernah juga dia mencoba mencari pekerjaan biasa dengan luapan semangat luar biasa, namun minimnya pendidikan, tak ada pengalaman dibidang yang dia inginkan dan perangai kasar & keras, membuatnya harus menerima kenyataan bahwa tempatnya memang dijalan. Hal ini diperparah dengan gaya hidup keduanya yang gemar bersenang-senang.

Disisi lain, Shelby yang muda dan menginginkan punya kehidupan sosial normal, karena selama ‘pelariannya’ bersama Aileen ia merasa terpenjara, mulai coba-coba berulah, mulai dari memakai kendaraan korban kekasihnya secara sembarang hingga main mata dengan para perempuan lain menambah kacau hubungan keduanya. Aileen pun kembali menggunakan modus cepat, melacur untuk membunuh.

Namun serapi-rapinya kejahatan, pasti ada celah yang akan membuatnya terbongkar. Salah satu korban ternyata adalah anggota polisi senior. Pencarian jejak si pembunuh melalui saksi dan bukti makin mendekatkan penyelidikan pada Aileen Wournos, yang bahkan dalam keadaan tertekan dan terpojok masih sempat membunuh untuk mengambil kendaraan guna melarikan diri.

Pada akhirnya Aileen yang merasa telah menyelamatkan Shelby dengan mengirimnya pulang, tertangkap kala ia menunggu telepon dari kekasihnya tersebut. Setelah menjalani serentetan pengadilan yang diperberat dengan kesaksian Shelby sendiri, Aileen Wournos dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 9 Oktober 2002. Dua belas tahun pasca vonis diputuskan.

wpid-Monster-Charlize-as-Aileen.jpg

Selain kekuatan cerita, akting Charlize Theron mendapat banyak apresiasi positif, karena demi memerankan tokoh ini, dia yang biasa tampil cantik (lihat Queen Of Hollywood edisi Charlize Theron) rela merombak total penampilan dan gesturnya menjadi terlihat seperti Aileen yang sangar, bahkan satu hal yang tersisa dari diri Charlize Theron hanya bentuk hidung saja. Dan tentu saja ganjarannya adalah Oscar untuk kategori Aktris Pemeran Utama Terbaik tahun 2003 lampau. Meski sebagian kritikus menilai Charlize Theron tidak memainkan peran Aileen secara utuh, namun hanya menambah-nambahkan saja sebagai pelengkap tampilan fisiknya, namun bagi saya ini adalah salah satu akting terbaik Charlize (dari sekian banyak penampilannya) yang patut diacungi jempol selain di film North Country.

Atas peran ini pula Charlize Theron masuk dalam jajaran aktris yang memerankan Karakter Nyata Terbaik versi onceprot, eh Crimson Strawberry maksudnya 😀

====================
Film serupa rekomendasi Crimson Strawberry: Boys Don’t Cry dan Notes On A Scandal (meski tidak secara gamblang menceritakan asmara dua perempuan, namun akting Judi Dench dan Cate Blanchett yang terlibat intrik di film tersebut sangat sangat menawan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s