Review Film: A Single Man

wpid-A-Single-Man-Poster.jpeg

Tadinya untuk review film segmen G, saya akan membahas MILK, film biopic tentang politisi Harvey Milk yang pada tahun 2011 lalu mengantarkan Sean Penn meraih Oscar ketiganya. Film garapan Gus Vant Sant ini juga dibintangi oleh Josh Brolin dan James Franco. Tapi karena setelah mencari-cari tak ada, dan ngubek-ngubek online untuk mengunduh juga bujubusyet belibetnya (atau saya yang terlampau gaptek, barangkali?). Jadinya malah tak jadi.

Sebagai pengganti, saya bahas satu film yang tak kalah keren dari berbagai sisi. Mau apa, Naskah? Dua jempol. Akting? Juara. Kostum? Kece. Art direction? Mantap. Sutradara? Wokeh. A Single Man.

Berlatar sekitar tahun 1960-an dan berseting di California, Profesor George (Collin Firth) didera rasa sepi dan depresi pasca kekasihnya, Jim (Matthew Goodie) meninggal akibat kecelakaan mobil. George yang hidup dalam lingkungan bermayoritas lurus harus berperan bahwa dirinya lurus pula, meski banyak yang menaruh kecuriggan kepadanya. Hanya satu orang yang tahu sesungguhnya kemana orientasi George, yang juga sahabatnya sendiri, Charley (Julianne Moore) yang sedikit banyak punya β€˜harapan’ pada teman lelakinya tersebut. Namun George tak pernah bisa berpaling lagi, ia merasa Jim adalah separuh hidupnya dan separuh hidup tersebut telah ikut tiada bersama kematian Jim. Maka George pun memutuskan bunuh diri.

Dengan sangat cermat dan teliti George mempersiapkan dan menjalani hari terakhirnya. Segala sesuatu telah diperhitungkan secara hati-hati, surat perpisahan, pakaian dan lain-lain, namun takdir berkhendak lain, dihari itu pula ia berjumpa dengan Kennya (Nicholas Hoult) yang merupakan salah satu siswanya, yang kemudian menyadarkannya bahwa hidupnya masih berharga untuk dijalani.

wpid-A-Single-Man-Movie-Still.jpg

Diluar kisahnya yang menyentuh dan digarap dengan halus dan sopan oleh Tom Ford, tanpa meninggalkan aspek keindahan dan chemistry yang dibangun oleh para aktornya, ini adalah salah satu film yang indah secara penggambaran dan penokohan mengenai cinta, depresi, dan perilaku bunuh diri.

Di film ini kemampuan akting Collin Firth benar-benar diuji untuk menginterpretasikan seorang yang begitu kehilangan, namun disisi lain harus tetap terlihat tegar. Meski dengan dialog yang tak terlampau padat, namun baik Collin, Julanne, dan sutradara Tom Ford mampu membangun atmosfir yang glamour sekaligus sunyi dari masing-masing karakter.

Julianne Moore sendiri, meski perannya sedikit, namun mampu menampilkan seorang perempuan kelas atas dengan gaya anggun sekaligus kenes dengan sangat baik. Dalam balutan gaunnya ia mengingatkan penonton pada gaya Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffanys.

Sementara legenda fashion, Tom Ford, mampu menghadirkan nuansa dan mood dari kisah yang akan disampaikan kepada penonton dengan penempatan kamera dan warna dominan yang ada ditiap scene. Dibuka dengan kesuraman, namun perlahan-lahan menjadi terasa lebih punya semburat cerah yang hadir disemua adegan film ini mampu membuai para penonton untuk terhanyut dalam kisah ini.

Hal lain yang saya suka adalah film ini sukses menghadirkan hubungan antar sesama jenis senyata dan sebiasa hubungan antar lawan jenis. Meski ada ketelanjangan, tak lantas membuatnya menjadi sesuatu yang vulgar. Bagi anda yang suka genre drama, tentulah film ini menjadi salah satu tontonan yang memanjakan rasa karena ke-menyentuh-an-nya dan berbagai hal teknis yang mendukung film ini menjadi indah untuk mata. Satu hal (dari sekian banyak hal) yang bisa diambil dari film ini bahwa hidup bisa menjadi lebih baik, lebih indah, lebih menyenangkan selama kita bersabar dalam menghadapinya. Sekian.

Iklan

6 pemikiran pada “Review Film: A Single Man

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s