Robbie Rogers

wpid-Robbie-Rogers-Coverstory.jpg

Sudah sejak lama, issu homoseksualitas tidak hanya menjadi monopoli para pesohor di ranah hiburan, dunia olah raga pun tak luput dari sorotoan tentang hal ini, mulai dari rumor yang menjadi angin lalu hingga yang benar-benar mengaku. Petenis Martina Narvatilova adalah atlet pertama yang saya ketahui sebagai homoseksual, namun pasti ia bukan yang pertama. Setelahnya, tak terhitung berapa banyak atlet yang bermunculan yang mengakui orientasi seksualnya, baik gay maupun lesbian, mulai dari cabang atletik, bola basket, renang, berkuda, anggar, rugby, gymnastic, dan seterusnya.

Salah satu atlet yang kemudian coming out datang dari lapangan bola, Liga Utama Amerika tepatnya, ia bernama Robbie Rogers. Bagi sebagian pihak kabar ini sedikit mengejutkan mengingat sepakbola sedang berada dipuncak popularitas dan para pemainnya seringkali bersentuhan dengan para gadis-gadis cantik yang, sedikit banyak, menginginkan predikat WAGS. Ditambah lagi, sepakbola sendiri sering diidentikan dengan olahraga yang ‘laki banget’, sehingga pasti sedikit ada kerisihan, terutama dari para pemain yang terkenal karena ke-homophobic-annya saat berada diruang ganti bareng atlet yang punya ketertarikan terhadap sesama gender.

L A Galaxy sendiri, tempat Robbie Rogers bermain, sebenarnya tidak terlalu terkenal dan barangkali tidak akan terkenal hingga Indonesia jika saja ikon sepakbola Inggris, David Beckham, tidak berlabuh disana, apalagi sepakbola juga bukan merupakan olahraga favorit orang Amerika.

wpid-Robbie-Rogers-LA-Galaxy.jpg

Robbie yang bernama lengkap Robert Hampton Rogers, lahir pada 12 Mei 1987, menempati posisi winger dikesebelasannya. Selain itu ia juga tercatat sebagai salah satu anggota timnas Amerika Serikat. Dan pada februari 2013 ia akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah seorang gay, saat masih terikat kontrak dengan L A Galaxy. Ia menjadi atlet sepakbola Amerika pertama yang secara resmi terbuka mengenai orientasinya dan menjadi atlet sepakbola ketiga setelah ditahun 1990, striker Nortwich City dan Notingham Forest , Justin Fashanu, mengakui hal serupa, kemudian bunuh diri delapan tahun kemudian (1998) saat tersandung kasus  kekerasan seksual terhadap seorang remaja berusia 17 tahun. Disusul pesepakbola asal Swedia Anton Hysen, putra mantan pemain Liverpool, Glenn Hysen, yang mengaku dirinya seorang gay dalam suatu wawancara dengan majalah sepakbola Swedia 2011 lalu.

Rogers yang juga pernah memperkuat club Inggris, Leeds, akhirnya memutuskan untuk pensiun dari zona yang telah membesarkan nama sekaligus menjadi tempat pelarian, tujuan, dan identitasnya. Kepada The Guardian ia menyebut bahwa di dunia sepak bola tak memungkinkan dirinya untuk mengaku sebagai homoseksual. Kekhawatiran akan sentimen negatif dan perilaku diskriminatif baik yang datang dari sesama pemain dan suporter yang membuatnya berada dalam posisi serba salah baik saat bermain bagus atau buruk, karena mereka akan selalu mengkaitkan dengan orientasinya.

Namun kenyataan kadang bicara lain, saat kabar ini terdengar oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mereka menyatakan dukungan terhadap Rogers diluar keputusannya untuk mengakhiri karier. Setelah setahun sebelumnya FA meluncurkan rencana kebijakan yang ditujukan untuk lebih menghormati adanya perbedaan orientasi seks, terutama untuk mengatasi kasus-kasus yang dilatari oleh homofobia dan trasfobia. Pada mei silam, Robbie Rogers kembali dihubungi oleh L A Galaxy untuk bergabung bersama squad mereka.

Iklan

3 pemikiran pada “Robbie Rogers

    1. Setuju, apalagi para pemain sepak bola terkenal karena ke-homophobic-an-nya. Masih ingat pernyataan Balotelli (?) beberapa waktu lalu yang tidak menginginkan ada gay di squad timnas italia, gara-gara beberapa atlet tersebut berfoto bersama untuk iklan underwear calvin klien (kalau tidak salah). Sama yang tidak terbukti saja sudah begitu parnonya apalagi pada yang seterbuka mr rogers ini… Weleh weleh… Berat!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s