Bacalah Iklan

image

Awalnya kau tak tahu. Lalu muncullah ia. Sebuah benda, jasa. Sekalimat singkat. Seraut wajah, banyak wajah. Memberi sugesti. Ikon, mimpi, tanda, warna-warna, kilatan kata-kata. Imaji-imaji sempurna. Berbisik, menggoda, menawan mata dan telinga.

Awalnya kau tak tahu. Lalu melihatnya suatu waktu. Kau lalu tahu ia ada. kau melihatnya dua kali, berkali-kali, dimana-mana. Ia membuatmu menginginkannya. Membutuhkannya. Tak bisa hidup tanpanya. Lalu kau pergi membelinya. Sesaat merasa terpenuhi, sesaat dirimu lebih. Jika kau lupa, kau akan dingatkan lagi dan lagi, bahwa ia masih di sana, ingatanmu segar kembali, dan kau membelinya lagi. Dan lagi. (pakailah, makanlah, tambah, habiskanlah, datanglah, aku begitu mudah, kuraslah sakumu untukku, aku lebih aman, lebih nyaman, lebih cepat, konsumsilah, lipatgandakanlah, satu lagi, aku mimpimu, kenakan aku,  kendarai aku, datangi aku, kerennya dikau, lebih mudah, hidupmu indah, perbanyak aku, model terbaru, bonus ini gratis itu, lebih canggih, tambah kecepatanmu, inginkan aku, hidupmu akan lebih indah, lebih, butuhkan aku, miliki aku…)

Awalnya kau tak tahu. Lalu ia mengubah ketaktahuanmu jadi pengetahuan. Menyihir pengetahuan jadi keinginan. Dari keinginan jadi kebutuhan, tak terelakan. Iklan itu seperti setan. (Cala Ibi – 145)

Iklan

6 pemikiran pada “Bacalah Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s