Review Buku KEEP CALM AND BE FABULOUS (KCABF)

image

LGBTIQ adalah judul semula dari buku terbitan Elex Media Computindo ini, bukan karena isinya memang mengangkat tema LGBTIQ secara umum, tapi lebih luas lagi dipintalkan oleh para penulis dalam buku ini dengan berbagai issue global setiap manusia, LOVE – GIFTED – BRAVERY – TRUST – IMAGINATION – QUEST. Namun karena keberatan berlebih dari salah satu pihak yang menilai kata tersebut sebagai salah satu bentuk provokasi, bukan hanya judul saja yang harus dirubah, tapi juga penundaan rilis hingga waktu yang tidak ditentukan. Syukurnya, februari 2105 buku ini rilis dengan pergantian rupa dan judul utama menjadi Keep Calm And Be Fabulous (KCABF).

Ada enam penulis yang tercatat, Amal Azwar, Bintang Pradipta, Caca Kartiwa, El Ayn Morve, Hendri Yulius, dan Kindy Marina. Sebagian dari anda barangkali agak asing dengan nama-nama tersebut, namun mereka bukan sosok asing di dunia kepenulisan. Sebutlah Hendri Yulius yang telah lebih dulu merilis banyak buku, lalu Amal Azwar yang cerpennya dimuat di berbagai media cetak, atau Bintang Pradipta yang puisinya tercatat dalam buku-buku antologi.

Masing-masing penulis mengangkat satu tema utama dari tiap huruf

L = LOVE oleh Hendri dan Kindy dengan judul Heart to Heart (H2H).
G = GIFTED oleh Caca Kartiwa dengan judul Ezra, dalam Fragmen.
B = BRAVERY oleh El Ayn Morve dengan judul Labirin.
T = TRUST oleh Amal Azwar dengan judul Husbro.
I = IMAGINATION oleh Bintang Pradipta dengan judul Ular Tangga.
Q = QUEST (kembali) oleh Hendri dan Kindy dengan judul U Meets I.

Karakter utamanya tentu saja LGBTIQ itu sendiri. Sedikit sinopsis telah hadir dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, jadi saya tak menuliskannya di sini

Hal yang ingin saya sorot dalam buku ini adalah kelengkapan rasa yang dihadirkan, selengkap kibaran bendera LGBTIQ selama ini. Gembira, cerah, bahagia, haru, sedih, sinis, muram dll, mewarnai tiap kisah didalamnya. Pun begitu dengan gaya bercerita, tiap penulis punya signature tersendiri hingga tak terkesan sama saat membaca tiap segmen. Yang paling utama, dalam pandangan saya, adalah bagaimana para penulis menuangkan kisah yang selama ini identik dengan dua sisi mata koin, berada di tempat sama sekaligus lekat dengan sekat dan jarak, straight dan LGBTIQ, menjadi begitu baur. Di buku ini pula pembaca diberi persfektif, yang mungkin baru bagi sebagian, bahwa kehidupan homoseksual tidak melulu identik dengan hura-hura, sifat terlampau kenes, hedonisme, atau pun sikap yang kepalang obsesif sehingga sering dijadikan stereotypes pelaku kejahatan, apalagi jika dikaitkan dengan hubungan asmara.

Secara umum, buku ini adalah jembatan, untuk sedikit mengetahui, bagaimana sebagian bi/homoseksual dalam menjalani hidup, asmara dan problematika yang tak beda dengan para heteroseksual. Dan selalu ada alasan kuat yang melatari dari tiap tindakan yang mereka ambil, meski kadang dirasa ganjil atau comical bagi masyarakat kebanyakan.

Iklan

3 pemikiran pada “Review Buku KEEP CALM AND BE FABULOUS (KCABF)

  1. gw dah baca dan, overall, suka. terutama ular tangganya si bintang pradipta. ezra dalam fragmennya si caca, meski njlimet, juga gw suka, gabungan antara lagu firasat dan kayak film apa gitu hehehehe…… #imo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s