Curhat Buat Sahabat – (lirik)

Catatan : Rencananya ingin men-cerpen-kan lirik lagu ini yang beda dengan Rectoverso, tapi belum kepikiran bagaimana jadinya heheheheh….

Sahabatku, usai tawa ini ijinkan aku bercerita:
Telah jauh kumendaki,
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh kuterjatuh,
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah aku di sini

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air, ditangannya
Kala kuterbaring sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik, pandang aku, kau tak sendiri oh dewiku

Dan demi Tuhan, hanya itulah yang….
Itu saja ku inginkan

Telah lama kumenanti,
Satu malam sunyi, untuk ku akhiri
Dan usai tangis ini aku kan berjanji
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air, ditangannya
Kala kuterbaring sakit
Menentang malam tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik, Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Jangan bilang lagi, itu terlalu tinggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s