Review Buku: Coming Out – Hendri Yulius

image

Apa yang terpikir saat membaca atau mendengar tentang LGBTIQ – Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Interseksual, Queer? Sekumpulan orang-orang kenes? Lelaki kemayu? Perempuan tomboy? Penyuka pesta? Sex oriented? Pelaku kejahatan? Sakit jiwa? Perilaku menyimpang yang menular? Mengapa mereka banyak menyukai diva-diva, dan haruskah selalu seperti itu? Benarkah gay atau lesbian adalah gender ketiga seperti yang kerap diucapkan berbagai pihak? Benarkah para lelaki gay adalah “pemangsa” para straight? Bisakah mereka berteman dengan para lelaki heteroseksual tanpa perlu di curigai punya ‘niatan’ berbau seksual? Benarkah setiap pria gay selalu terasosiasi dengan kegiatan anal sex? Apakah sex action selalu identik dengan sex orientation? Bagaimana para LGBTIQ menghadapi diskriminasi? Benarkah dunia gay terbatas pada hal-hal berbau perempuan karena mereka penyuka sesama lelaki maka otomatis diasosiasikan bersifat perempuan, pun sebaliknya? Apakah kelelakian seseorang ditentukan oleh tampilan? Lantas bagaimana dengan tren flower boys seperti yang banyak diusung budaya pop asia timur belakangan ini? Dilema apa yang kerap membenturkan mereka dengan keluarga, lingkungan, atau budaya? Hendri Yulius membahas lengkap..kap..kap dalam buku non fiksi terbarunya yang berjudul Coming Out.
Mencari buku referensi berbahasa Indonesia tentang LGBTIQ adalah hal yang susah, setidaknya itu yang saya rasakan sewaktu terlibat dalam proyek menulis kumpulan novellete Keep Calm And Be Fabulous. Sekalinya ada pasti berbentuk karya tulis ilmiah yang ribet, sarat istilah ‘dewa’,dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menelaah. Belum pernah rasanya saya menemukan buku yang bercerita dalam bahasa gamblang, kecuali dalam beberapa artikel singkat di majalah atau koran. Bahasan LGBTIQ, di Indonesia, pada akhirnya, lebih banyak ditemui dalam kisah-kisah fiksi (buku atau film) baik sifatnya eksplisit atau implisit. Hal ini yang kemudian dilihat pula oleh Hendri Yulius. Saat ditanya apa yang mendasari menerbitkan Coming Out, ia menjawab, pentingnya untuk mulai menyuarakan isu keberagaman seksual secara kritis dalam bentuk non fiksi dan ditulis dengan gaya ilmiah populer dan bisa menjangkau pembaca awam.

Well, meski rilis berdekatan dengan buku fenomenal, Keep Calm And Be Fabulous dan Astrolo[ve]gi, bukan berarti Hendri tulis secara instan, karena berbagai essai yang termuat dalam Coming Out adalah tulisan yang ia kumpulkan dari tahun 2006 saat memulai riset dan menulis tentang gender dan seksualitas. Tambah Hendri, beberapa bahasan ia sesuaikan dan lengkapi agar lebih cocok dengan konteks yang lebih kekinian. Plus sejumlah referensi yang ia jadikan acuan.

Dalam buku ini Hendri tak melulu bicara soal kontruksi seksual dari sisi internal individu, tapi juga kontruksi budaya yang mempengaruhi perilaku LGBTIQ dan pandangan masyarakat sekitar. Hendri juga menyentil peran media yang kerap mengaitkan orientasi seksual seseorang sebagai “nilai jual” apabila yang bersangkutan terlibat dalam kejadian extraordinary, kejahatan misalnya.

image

Jika saya bahas point demi point, rasanya terlalu panjang. Yang jelas, intinya, bagi saya, buku ini patut dibaca baik oleh anda yang masih galau menentukan pilihan orientasi, anda yang sudah paham dengan orientasi sendiri, anda yang mengetahui sahabat anda LGBTIQ, anda yang punya anggota keluarga LGBTIQ, atau bagi anda yang ingin menambah pengetahuan.

Di atas semua, Hendri menerangkan, berbagai materi di buku Coming Out, selain salah satu cara untuk memperkenalkan kajian seksualitas pada pembaca awam, terlepas dari apapun orientasi seksualnya, karena siapapun harus memahami bahwa seksualitas bukan hanya sekedar kondisi biologis, tetapi juga konstruksi sosial-budaya, sehingga seksualitas manusia juga memiliki sejarah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s