Fit With Lana

image

Memasuki usia 30-an dan melihat beberapa teman mulai terserang sakit sendi dan otot saya bertekad untuk lebih menjaga kesehatan dengan mengedapankan dua hal besar: Memperbaiki pola makan dan menteraturkan olahraga.

Untuk yang pertama saya tak menemui kesulitan. Menyesuaikan pola makan vegetarian yang telah lama dijalani dengan gaya food combining adalah yang paling cocok hingga saat ini. Nah, yang kedua adalah PR besar! Jujur saya bukan orang yang terlampau menonjol dalam bidang olah tubuh, apalagi jika sifatnya kompetitif. Sementara untuk olahraga individual macam jogging atau nge-gym saya bermasalah dengan rasa malas dan enggan ribet. Ada saja alasan untuk menunda melakukan hal tersebut, mulai dari waktu, cuaca, sampai masalah ‘penyakit-lama-yang-tak-kunjung-sembuh‘ yakni tak pernah merasa nyaman berada di tempat ramai dalam waktu lama macam fitness centre menjadi pengganjal yang mengganggu.

Untungnya, disaat bersamaan, seorang teman yang tengah bermasalah dengan beberapa titik syaraf bercerita tentang salah satu penunjang untuk memulihkan kondisinya yakni dengan yoga.

Aha!

Laksana lampu yang telah lama dipadamkan, lalu tiba-tiba ada yang meng-klik saklarnya, pikiran saya kembali pada salah satu olahraga yang saya kagumi sejak dulu. Dan untungnya lagi perkembangan teknologi menunjang kebutuhan warga pinggiran yang tak mungkin pergi ke tempat yoga yang kebanyakan berada di tengah kota, dengan hadirnya penyedia informasi paling menyenangkan, YouTube.

Berawal dari 30 Days Challenge untuk pemula dari doyouyoga bersama Erin Motz, saya mulai menjelajahi berbagai asana yoga dan mampu diselesaikan tuntas..tas…tas, tanpa bolos, tanpa kendala. Jujur saya makin jatuh cinta. Seiring waktu berjalan, saya pun mulai mencari variasi dan tantangan baru. Berbagai sumber dicoba, namun yoga juga mengenal istilah ‘jodoh’ rupanya. Dari sekian banyak yang saya ikut praktekan, tak jarang berefek kurang bagus untuk tubuh. Terlalu cepat, terlalu lincah, terlalu ini dan itu, hingga akhirnya saya menemukan kecocokan selain dengan Erin Motz, yakni Tim Senesi (yoga with Tim), Candace (yoga by Candace), sesekali Patrick Beach (Patrick & Carling), dan untuk pose-pose ‘ajaib‘ nyontek dari Kino MacGregor (Kino’s Yoga).

Masalah lain timbul.

Sewaktu memulai saya tak begitu yakin hal ini akan berjalan lama, jadi saya hanya menggunakan mat biasa yang banyak di jual di swalayan dengan bahan utama PVC yang sayangnya makin lama makin tidak representatif. Licin, terlalu empuk, dan permukaan rontok jadi masalah paling utama dan mengganggu, terutama untuk pose yang membutuhkan keseimbangan, bahkan yang paling standar macam warrior lll atau tree pose.

Mau tak mau, saya harus menggunakan mat yang mampu menunjang setiap gerak dan pose, kalau tidak, alamat bakal lama untuk bisa mencapai asana yang proporsional. Yaaaa, ibarat mau jogging menggunakan sandal jepit, atau karate tapi memakai kain sarung, lama lama pasti akan bisa, tapi berapa lama? Dan apakah akan optimal?

Ubak ubek Google, menjelajah toko konvensional dan online, bahkan memantau beberapa forum, saya sampai pada hipotesa, mat yang akomodatif harganya menguras kantong. Yang masuk kategori ini antara lain: lululemon, manduka, dan liforme. Keinginan tinggal keinginan. Siapa yang tak mau memiliki salah satu dari tiga merk tersebut, tapi apa mau dikata, dompet tak menyediakan dana sebanyak itu untuk sebuah matras.

Lalu, terbacalah merk ini di salah satu forum: FitMat Lana.

Yup, produk asal Bandung ini disebut-sebut menawarkan produk dengan kualitas sama bagus dengan 3 matras idola namun jauh lebih murah, kira-kira setengahnya atau bahkan kurang, plus keterangan ramah lingkungan, makin penasaranlah saya dan segera meluncur ke situs mereka, mylana.co.

Dari sana didapat keterangan sebagai berikut: berbahan dasar karet premium, permukaan closed cell, ketebalan 4 mm. Well, bagi saya hal tersebut sudah lebih dari cukup, tidak licin, tidak menyerap keringat yang jatuh banyak, dan kaki dan/atau tangan bisa menapak lantai dengan pas karena jika terlalu tipis akan sakit, sementara kalau terlampau tebal agak susah berpijak. Maka tap tap tap! saya pesan online.

Selang sehari, pesanan datang dan langsung saya gelar. Kesan pertama: tampilan sudah pasti cantik, aroma karet barunya tidak selebay yang dikatakan banyak reviewers, tapi permukaanya sih saya akui memang licin banget, yaaaa namanya juga baru hehehe…..

Tak perlu buang waktu, langsung saja si FitMat saya ajak ber-asana ria. Syukurnya produk ini memang menunjang. Semakin hari licinnya terus memudar, berganti kesat (kecuali kalau sudah hujan keringat, yaa harus di lap juga sih), kaki dan tangan mantap menapak, plus permukaan yang tak gampang lecet. Saya tidak bisa membandingkan Mylana dengan Lululemon, Manduka, atau Liforme karena belum pernah coba, tapi jika dibandingkan Mat biasa dari PVC, selain keunggulan seperti yang saya sebut sebelumnya, dari segi biaya, meskipun terbilang mahal, tapi bisa dibandingkan, jika pakai mat biasa, taruhlah ketahanannya satu atau dua bulan harus sudah ganti, maka biaya setahun yang dikeluarkan sama atau lebih mahal dari FitMat Lana ini. Dan semoga pula seperti namanya, *LANA, yang dalam basa Sunda berarti awèt atau tahan lama, memang menjadi doa bagi barang dan pemakainya.

=======================

PS:
+ FitMat Lana dapat dipergunakan tak hanya olah raga low impact semacam yoga, tapi bisa dipakai juga untuk olahraga high impact seperti crossfit.
+ Awal tahun 2016, mylana mengeluarkan varian warna terbaru, merah muda.
+ Posting ini tidak terafiliasi dengan Lana, hanya review pribadi.
+ Info lengkap tentang produk dan kegiatan, silakan cek laman mylana.co atau instagram, @mylanaco
+ Foto foto sotoy saya kala belajar yoga ada di instagram, @seecaca
* Info tentang awal nama LANA saya temukan disalah satu artikel, tapi lupa alamatnya. Maaf ya yang bikin artikel✌

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s