#DARKMIN 1 : MATA SANTI

Akhir agustus kemarin penerbit BENTANG mengadakan lomba menulis cerita singkat, DARKMIN alias Darklit Mini (tulisan maksimal berjumlag 300 kata), dimana setiap peserta yang berpartisipasi harus menuliskannya di rakcerita.com. Sayang, sepertinya saya tidak berjodoh karena setiap kali upload tidak pernah sukses, bahkan hingga minggu kedua.
Karena sayang, saya muat di sini tanpa mengedit sama sekali. Judulnya MATA SANTI Continue reading “#DARKMIN 1 : MATA SANTI”

Review Rainforest Volume Shampoo – The Body Shop

image

Bukannya centil. Kali ini saya akan membahas salah satu produk haircare keluaran The Body Shop yakni shampo Rainforest Volume, “hadiah” dari sahabat saya A.I, karena sewaktu saya nebeng mobilnya, berbarengan dengan ‘jadwal’ penggunaan telur untuk rambut. A.I yang tak suka bau amis telur menguar di kendaraan kebanggannya itu mengkritik agar saya kembali menggunakan shampo yang dibalas asal bahwa saya hanya akan bershampo oleh produk body shop, namun karena harganya yang tak bersahabat saya tak mungkin menyengajakan diri untuk membeli, kecuali ada yang memberi. Saya lupa, manusia ini gemar menguji pernyataan orang. Dan beberapa hari kemudian ujian itu ia serahkan. Continue reading “Review Rainforest Volume Shampoo – The Body Shop”

Review Buku: Coming Out – Hendri Yulius

image

Apa yang terpikir saat membaca atau mendengar tentang LGBTIQ – Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Interseksual, Queer? Sekumpulan orang-orang kenes? Lelaki kemayu? Perempuan tomboy? Penyuka pesta? Sex oriented? Pelaku kejahatan? Sakit jiwa? Perilaku menyimpang yang menular? Mengapa mereka banyak menyukai diva-diva, dan haruskah selalu seperti itu? Benarkah gay atau lesbian adalah gender ketiga seperti yang kerap diucapkan berbagai pihak? Benarkah para lelaki gay adalah “pemangsa” para straight? Bisakah mereka berteman dengan para lelaki heteroseksual tanpa perlu di curigai punya ‘niatan’ berbau seksual? Benarkah setiap pria gay selalu terasosiasi dengan kegiatan anal sex? Apakah sex action selalu identik dengan sex orientation? Bagaimana para LGBTIQ menghadapi diskriminasi? Benarkah dunia gay terbatas pada hal-hal berbau perempuan karena mereka penyuka sesama lelaki maka otomatis diasosiasikan bersifat perempuan, pun sebaliknya? Apakah kelelakian seseorang ditentukan oleh tampilan? Lantas bagaimana dengan tren flower boys seperti yang banyak diusung budaya pop asia timur belakangan ini? Dilema apa yang kerap membenturkan mereka dengan keluarga, lingkungan, atau budaya? Hendri Yulius membahas lengkap..kap..kap dalam buku non fiksi terbarunya yang berjudul Coming Out. Continue reading “Review Buku: Coming Out – Hendri Yulius”

Mother & Daughter

image

Jejak para aktris terkenal dan bertalenta yang turut di tapaki putri mereka bukan lagi hal baru dalam industri showbiz, termasuk di Indonesia. Sebut saja Ade Irawan yang diikuti Dewi Irawan dan Ria Irawan, Mieke Wijaya oleh Nia Zulkarnaen, Elvie Sukaesih oleh Dhawiya, Ratna Sarumpaet oleh Atiqah Hasiholan serta masih banyak lagi. Belakangan, banyak putri para pesohor perempuan yang berjaya di tahun 90-an mulai nongol, namun sayangnya banyak dari mereka hanya memanfaatkan ketenaran masing-masing ibu untuk sekedar “ngartis” di media sosial seperti Twitter, Path, atau Instagram. Lantas bagaimana dengan ranah Hollywood? Berikut saya posting beberapa.

1. Meryl Streep dan Mamie Gummier
image

Eksistensi legenda hidup Hollywood, Meryl Streep, atas capaian prestasinya yang gemilang mulai ditiru oleh salah satu putrinya, Mamie Gummier, dengan berperan dalam serial televisi Apakah ia akan secemerlang karir ibunya? Waktu yang menjawab. Continue reading “Mother & Daughter”

Review : A Girl Walks Home Alone At Night

image

Saya penggemar film horror, saya suka film bergaya klasik, saya suka film noir. A Girl Walks Home Alone at Night adalah film horror, bergaya klasik, juga noir, jadi tak ada alasan untuk tidak menontonnya, bukan? Jangan terkecoh oleh judulnya, film ini bukan keluaran Hollywood, melainkan hasil produksi Iran. Menonton film ini, bagi saya, serasa membaca buku penuh deskripsi dengan alur lambat dan minim dialog. Namun di sanalah letak tantangan yang coba ditaklukan oleh sutradara Ana Lilly Amirpour agar tiga hal tersebut tak membuat penonton bosan atau bahkan tertidur saking lamban dan sunyinya plot dari A Girl Walks Home Alone at Night yang sekilas mengingatkan saya pada film Korea, 3 Irons.

Berkisah tentang vampir perempuan muda tanpa nama (Sheila Vand) yang berkeliaran malam hari di kota yang nyaris senyap untuk memangsa korban lelaki dan mempreteli harta mereka. Di tempat tersebut tinggal pula Arash bersama ayahnya, Hossein, yang pemadat dan kakaknya, Atti, yang selain pecandu juga doyan seks. Lalu ada Saydah sang “princess”, Saeed, transgender dan seorang anak lelaki. Kematian Atti menjadi awal kisah ini, lalu mengalirlah berbagai konflik. Dengan cermat Amirpour menggali bagaimana kesepian dihadapi para tokoh dalam A Girl Walks Home Alone at Night. Ada yang serius, ada yang sepintas tampak konyol, tapi apa lagi yang bisa dilakukan di tempat sesunyi kota tersebut. Terlepas dari kealotan jalan cerita, A Girl Walks Home Alone at Night punya kelebihan pada unsur sinematografi dan art direction. Satu hal yang jadi catatan saya, film ini terlalu berkiblat ke barat, selain mesin-mesin kilang, aroma timur tengahnya kurang kentara, baik dari seting tempat, musik, maupun gaya penceritaan, tapi jika melihat para produser di ending credit-nya yang di dominasi nama-nama barat, bisa kita maklumi. Continue reading “Review : A Girl Walks Home Alone At Night”

Same Love – lirik

CATATAN : Ini adalah prelude sebelum saya membahas salah satu buku bulan ini.

image

When I was in the third grade I thought that I was gay,
‘Cause I could draw, my uncle was, and I kept my room straight.
I told my mom, tears rushing down my face
She’s like “Ben you’ve loved girls since before pre-k, trippin’.”
Yeah, I guess she had a point, didn’t she?
Bunch of stereotypes all in my head.
I remember doing the math like, “Yeah, I’m good at little league.”
A preconceived idea of what it all meant
For those that liked the same sex
Had the characteristics
The right wing conservatives think it’s a decision
And you can be cured with some treatment and religion
Man-made rewiring of a predisposition
Playing God, aw nah here we go
America the brave still fears what we don’t know
And “God loves all his children” is somehow forgotten
But we paraphrase a book written thirty-five-hundred years ago
I don’t know

And I can’t change
Even if I tried
Even if I wanted to
And I can’t change
Even if I tried
Even if I wanted to
My love
My love
My love
She keeps me warm
She keeps me warm
She keeps me warm
She keeps me warm Continue reading “Same Love – lirik”